Tips Asah Kemampuan Public Speaking untuk Mahasiswa, Apa Saja Kiatnya?

Tips Asah Kemampuan Public Speaking untuk Mahasiswa, Apa Saja Kiatnya?

Sumber Gambar: IDN Times

SKETSA — Kamu pasti kenal, kan, dengan Najwa Shihab dan Merry Riana? Atau mungkin, Maudy Ayunda? Mereka adalah sekian contoh dari banyaknya public speaker yang andal. Nah, memiliki kemampuan public speaking menjadi suatu kebutuhan saat ini, terlebih untuk mahasiswa. Mulai dari pembelajaran saat di kelas, dalam proses penyelesaian tugas, dan lainnya. Sayangnya, tak semua mahasiswa memiliki kemampuan tersebut akibat berbagai faktor seperti rendahnya rasa percaya diri hingga faktor lingkungan.

Dalam dunia komunikasi, public speaking memiliki arti sebagai seni dalam berkomunikasi yang dilakukan secara verbal (ekspresi), wacana suatu hal atau topik tertentu yang disampaikan di depan orang banyak. Tujuan utamanya untuk menyampaikan pesan secara lisan. Lewat kemampuan public speaking, banyak hal yang dapat disampaikan dan diketahui bersama guna memberikan dampak bagi sekitar. 

Hanna Pertiwi, Founder Komunitas My.Speaker Samarinda mengungkap pentingnya kemampuan public speaking bagi mahasiswa. Dalam lingkup kecil seperti organisasi, pembelajaran di kelas, hingga keseharian untuk berkomunikasi dengan dosen misalnya. Berbagai hal tersebut merupakan bibit kecil dari hadirnya public speaking yang dimiliki oleh mahasiswa. 

“Kebutuhannya untuk apa? Untuk menyampaikan pesan supaya orang paham. Agar tidak sekadar paham, pemilihan kata juga diperlukan supaya mengenakkan hati orang, tidak menyakiti hati orang lain, hal ini penting. Karena menurutku, ini, tuh, bagian dari cara kita menyampaikan ekspresi secara lisan,” jelas Hanna melalui panggilan WhatsApp pada Kamis (8/6) lalu.

“Terlebih bagi mahasiswa, saat pengurusan administrasi seringkali kita bertemu beberapa staf atau jajaran akademisi lainnya yang menuntut kita untuk memperkenalkan diri serta menjelaskan maksud dan tujuan kita.”

Melihat urgensi dari pentingnya public speaking bagi mahasiswa, Hanna turut membagikan beberapa kiat jitu jago public speakingMulai dari hal mendasar sampai dengan hal inti yang menjadi penyangga hadirnya kemampuan public speaking tersebut. Apa saja, ya? Yuk, simak!

Lakukan Persiapan

Persiapan adalah satu hal dasar yang perlu dilakukan sebelum melakukan public speakingkita bisa memulainya dengan menenangkan diri terlebih dahulu, berlatih pernapasan perut, hingga berlatih mengucapkan A I U E O agar bibir terbiasa saat berbicara menyampaikan pesan nantinya. 

Perhatikan Body Language (Bahasa Tubuh)

Hanna menyebutkan poin penting dalam proses komunikasi terletak pada visual. Bagaimana kita dapat menyampaikan suatu pesan dengan gerak tubuh yang dapat menarik audiens, karena jika hanya berbicara tanpa adanya gerakan serta ekspresi yang meyakinkan, akan membuat audiens kita tidak tertarik dan cepat bosan. 

Suara 

Selain penampilan, suara yang dikeluarkan juga turut andil dalam kelancaran kegiatan public speaking. Maka tak kalah penting untuk memperhatikan volume, intonasi, dan energi yang kita miliki. Apakah suara yang keluar sudah sesuai dengan keperluan saat kita tampil? Atau masih terdapat hal-hal yang kurang cocok dalam penyampaiannya?

Kenali Audiens

Seringkali terdapat pembicara yang andal dalam menyampaikan materi atau informasi yang ada. Namun, tak semua audiens dapat menerima informasi yang telah disampaikan. Hal ini sangat krusial di dalam proses penerimaan pesan saat berkomunikasi. Beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengenal audiens di antaranya latar belakang sosial dan pendidikan yang dimiliki, jenis kelamin, kultur, hingga usia. 

Jangan Tiru Orang Lain

Saat kita meniru orang lain, pada akhirnya kita hanya akan berfokus pada orang lain. Penting untuk mengombinasikan dan memodifikasi hal-hal baik yang dimiliki role model dengan apa yang ada pada diri kita. Jadi, selalu ingat untuk tetap menjadi diri sendiri, ya!

Kalau Enggak Fokus atau Lupa, Yuk, Istirahat Sebentar!

Jangan memaksakan diri, ya, kalau saat public speaking berlangsung ada sesuatu yang terlupa. Coba untuk diam sejenak dan kembali mengingat, atau kita dapat membaca catatan kecil yang dimiliki. Ini bertujuan untuk menghindari beberapa ucapan yang salah dan tidak sesuai dengan materi serta informasi seharusnya.

Jangan Lupa Eye Contact, Guys!

Terkadang saat kita telah fokus menyampaikan berbagai materi, kita lupa untuk menatap audiens atau bahkan membangun komunikasi dengan audiens. Idealnya, public speaking yang baik tak melulu menyoal berbicara, namun juga mendengarkan.

Time is Money!

Perhatikan durasi waktu yang telah disediakan, jangan terlalu lama atau terlalu singkat, ya! Dengan memperhatikan waktu, kita dapat lebih maksimal untuk membangun cerita yang ingin disampaikan. 

Itulah beberapa kiat yang diberikan oleh Hanna untuk dapat menemani perjalanan teman-teman dalam mengasah skill public speaking. Disadari atau tidak, kemampuan ini memang mutlak dibutuhkan untuk dapat berjuang serta berkompetisi dalam lingkup akademik maupun non-akademik. 

“Jadi, buat aku, tuh, tujuan utama berbicara itu bukan untuk membuat orang terkesan, ya. Namun, memberi dampak pada orang sekitar. Jadi, enggak ngomong doang, tapi bisa menggerakkan. Dengan cara apa? dengan cara kita sendiri, dengan background atau latar belakang apa pun. Mau mahasiswa, petani, itu bisa menggerakkan dari apa yang kita sampaikan,” pesan Hanna. (ysn/ali/ems)