Sumber Gambar: Dokumen Pribadi
SKETSA – Sebagai rutinitas wajib tahunan, mahasiswa semester enam tahun ini akan kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Juli hingga Agustus atau selama 40 hari. Tentunya, mahasiswa perlu memperhatikan kesiapan diri maupun kelompoknya.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul telah membagi kelompok KKN mahasiswa pada Juni lalu. Sudah saatnya mahasiswa untuk menyiapkan keperluan apa yang dibutuhkan selama KKN.
Beberapa hal yang perlu disiapkan baik secara individu maupun kelompok meliputi dari kesiapan pengetahuan tempat ber-KKN, dana, akomodasi, hingga mental.
Berikut Sketsa rangkumkan persiapan bagi mahasiswa yang akan ber-KKN.
Cari Tahu Lebih Tentang Lokasi KKN
Mahasiswa yang akan melakukan KKN tentunya harus mengetahui tentang lokasi yang akan menjadi tempat mereka tinggal selama sebulan lebih tersebut.
Survei dapat dilakukan dengan mencari tahu latar belakang kabupaten, kecamatan, hingga desa yang akan dijadikan tempat ber-KKN. Mahasiswa juga dapat mencari tahu informasi terkait kondisi desa, harga kebutuhan pokok di sana, dan apa yang menjadi daya tariknya.
Informasi dapat dicari melalui internet, atau mencari narahubung langsung dari desa. Jika memungkinkan, mahasiswa bisa mengunjungi langsung tempat KKN-nya.
Hal tersebut tentunya dapat membantu memudahkan kelompok KKN untuk mempersiapkan program kerja (Proker) yang akan dilaksanakan di desa yang dituju. Selain itu, mahasiswa juga dapat merancang anggaran belanja pribadi maupun kelompok.
Persiapkan Dana dengan Pasti
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mahasiswa yang melakukan KKN harus membuat rancangan anggaran belanja (RAB) pribadi maupun kelompok untuk mempersiapkan dana yang diperlukan selama KKN.
RAB berisikan apa saja yang akan dibutuhkan selama KKN berlangsung seperti keperluan sehari-hari dan kebutuhan saat mengerjakan Proker. Selain itu, RAB perlu menentukan jumlah barang yang dibutuhkan dan nominal harganya.
Dengan begitu mahasiswa akan melihat berapa dana yang diperlukan untuk KKN.
Selanjutnya, ada dana perlu disiapkan sesuai dengan RAB. Dana dapat diperoleh melalui iuran pribadi anggota kelompok masing-masing.
Untuk mendapatkan dana tambahan, mahasiswa juga bisa mengajukan proposal sponsor kepada perusahaan atau pelaku usaha dengan menunjukkan Proker bermanfaat yang akan dikerjakan selama KKN berlangsung.
Siapkan Kendaraan Operasional
Transportasi sering kali menjadi aspek yang luput dari perhatian saat mempersiapkan kebutuhan KKN. Padahal, ketersediaan kendaraan sangat penting dalam menunjang mobilitas kelompok selama menjalankan berbagai kegiatan di lokasi KKN.
Sebelum berangkat, setiap kelompok perlu menghitung kebutuhan kendaraan yang diperlukan, agar seluruh anggota dapat berpindah lokasi dengan nyaman dan efisien.
Persiapan ini tentu akan membantu kelompok dalam menghemat pengeluaran, terutama biaya bahan bakar, yang bisa meningkat apabila mobilisasi harus dilakukan berulang kali dengan jumlah kendaraan yang terbatas.
Jika kelompok belum memiliki kendaraan yang cukup, jangan ragu untuk berdiskusi dengan pemerintah desa atau pihak setempat mengenai kemungkinan penggunaan atau peminjaman kendaraan operasional selama pelaksanaan KKN.
Bawa Barang Secukupnya
Ada begitu banyak barang yang perlu disiapkan guna menunjang kehidupan pribadi maupun kelompok selama kurang lebih 40 hari di lokasi KKN. Oleh sebab itu, tiap individu maupun kelompok perlu membuat daftar perlengkapan yang harus dibawa.
Pastikan barang yang dibawa memang benar-benar diperlukan, hindari membawa barang secara berlebihan.
Siapkan pakaian secukupnya serta perlengkapan pribadi lainnya, termasuk laptop ataupun gawai guna mengerjakan laporan harian individu maupun kelompok.
Kemudian, lakukanlah pembagian tanggung jawab dalam menyiapkan kebutuhan kelompok seperti alat masak, alat cuci, dan sebagainya.
Rancang Program Kerja dan Pembagian Tugas
Setelah melakukan riset mengenai kondisi desa tempat lokasi KKN berlangsung, rancanglah proker berdasarkan kebutuhan yang ada di sana.
Lalu, lakukan diskusi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari kampus maupun dari desa agar rancangan proker yang disusun lebih matang.
Dengan menyusun rancangan proker, kelompok dapat mengetahui kisaran dana maupun perlengkapan yang dibutuhkan guna menunjang pelaksanaan proker ke depannya.
Selain itu, kelompok juga bisa mengatur pembagian tugas antar anggota, sehingga pelaksanaan proker akan lebih terarah. Hal ini juga diperlukan untuk menghindari adanya ketimpangan beban kerja yang dapat menimbulkan konflik dalam kelompok ke depannya.
Itulah sejumlah langkah-langkah maupun tips yang perlu diperhatikan oleh setiap mahasiswa sebelum melaksanakan KKN. Jadi, tips apa saja yang sudah kamu lakukan? (myy/ali/aya)