MUP Beri Bocoran, Akan Ada Diskon Khusus untuk Mahasiswa

MUP Beri Bocoran, Akan Ada Diskon Khusus untuk Mahasiswa

SKETSA – Esti Handayani Hardi menguraikan banyak hal kepada Sketsa tentang profil penerbitan milik Unmul yang dikelola LP2M sejak 2012 lalu: Mulawarman University Press (MUP). Ditemui di Gedung LP2M Selasa (13/2), akademisi asal FPIK yang baru 2017 lalu ditunjuk menjadi Pimpinan Redaksi MUP menyebut bahwa tujuan awal pembentukan MUP bukan untuk mengejar benefit industry.

Ia menyatakan bahwa kehadiran MUP semata untuk memberi support ke dosen-dosen yang ingin mencetak buku agar tidak perlu lagi mencetak di tempat lain karena sudah ada MUP. Esti menambahkan, “Nggak semua dosen bisa mencari percetakan yang bisa dipercaya. Percetakan yang benar dalam arti akademisnya.”

Niatan LP2M dalam men-support dosen se-Unmul agar menerbitkan buku di MUP saja, turut didukung oleh kebijakan Wakil Rektor I Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono. Agung telah memberlakukan sebuah program yakni pemberian stimulan bagi dosen yang ingin menerbitkan buku dengan angka cukup besar: Rp20 juta.

Tujuan pemberian stimulan itu agar para dosen se-Unmul selain melakukan tugasnya untuk mengajar mahasiswa, juga terdorong menuangkan karya akademisnya dalam bentuk buku. Kemudian tak hanya penerbitan buku yang diberikan stimulan, dosen yang melakukan penelitian, ikut seminar internasional, membuat jurnal, hingga membuat artikel juga akan diberikan stimulan.

Hanya saja, nominal stimulan yang diberikan jumlahnya berbeda-beda dan tidak lebih besar dari stimulan untuk dosen yang menerbitan dan mencetak buku.

Di lain sisi, Agung mengaku tak ada stimulan serupa bagi mahasiwa yang ingin menerbitkan buku. Hal tersebut dikarenakan belum diakomodir lebih lanjut dalam bentuk program oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, namun pihak LP2M membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa yang ingin menerbitkan draf rancangan bukunya di MUP.

Menurut Esti, SK MUP mulai berlaku sejak 2012 lalu yang sebelumnya dipimpin oleh Fitriastuti yang saat ini tengah mengurus IKAPI. Tak hanya menerbitkan buku, MUP juga menerbitkan jurnal dan proceeding. "Misalnya ada yang ngadain seminar kan conference pengen bukunya ada yang namanya ISBN (International Standard Book Number), kan? Nah itu ada tuh salah satu contoh dari teknik," ungkapnya.

Kedepannya MUP berencana membuat workshop sendiri. "Jadi nanti menjual hasil-hasil produk yang dihasilkan oleh dosen-dosen atau mahasiswa. Tidak hanya buku, tapi hasil penelitian juga," tutupnya. (ysm/dan/epl/els)