Masalah Berulang, Website Pendaftaran Wisuda Kerap Alami Gangguan

Masalah Berulang, Website Pendaftaran Wisuda Kerap Alami Gangguan

Sumber Gambar: Website Wisuda Unmul

SKETSA - Memasuki masa pendaftaran Wisuda Gelombang I 2026, beberapa kendala dialami mahasiswa. Mulai dari kebijakan penggunaan toga baru, Standar Operasional Prosedur (SOP) Wisuda yang baru dikeluarkan menjelang minggu terakhir pendaftaran, hingga kendala teknis, seperti Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan website galat yang sudah menjadi permasalahan berulang di beberapa laman akademik Unmul. 

Baca: Sketsa Unmul - SOP Wisuda 2026 dan Surat Edaran Terbit, Rektorat Perbolehkan Penggunaan Toga Desain Lama 

Terkait website, salah satunya diungkapkan oleh mahasiswa FKIP, Alfredo (bukan nama sebenarnya) mengeluhkan terkait web pendaftaran wisuda. Ia menyebut, tidak adanya penjelasan kepada mahasiswa terkait kendala tersebut serta tanggapan yang kurang memuaskan. 

“Sehingga banyak asumsi dan dugaan yang mencuat ke mana-mana,” kata Alfredo kepada Sketsa melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/3) lalu. 

Alfredo menilai, apabila terdapat gangguan, seharusnya disampaikan ke publik tanpa perlu menunggu web menjadi normal dengan sendirinya. Mengingat waktu pendaftaran tidak panjang dan sejumlah berkas perlu dilengkapi. 

Senada, mahasiswa FIB, Naju (bukan nama sebenarnya) juga mengaku sempat mengalami kendala login di website pendaftaran wisuda tersebut.

“Padahal mau lihat status PIN supaya nggak perlu bolak-balik antar web,” ungkap Naju melalui pesan WhatsApp, Senin (16/3) lalu.

Naju melanjutkan, fitur website wisuda sudah lengkap dan memudahkan mahasiswa. Namun, seharusnya bisa lebih stabil karena memegang peran paling krusial di ranah akademik.

“Seharusnya lebih stabil dan tidak mudah error,” tuturnya.

Selain itu, ia mengeluhkan terkait pembaruan syarat pendaftaran, yakni “Lapor Toga” yang sebelumnya tidak ada.

“Masalah pembaruan syarat itu juga kurang sosialisasi ke mahasiswa.” tambahnya. 

Menjawab berbagai pertanyaan soal website galat, Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Lambang Subagiyo mengungkap hal tersebut merupakan ranah Tim Informasi & Teknologi (IT) Unmul.

Lambang menyebut, pengelolaan jaringan dan sistem berada di bawah tanggung jawab tim tersebut.

“Jika terjadi gangguan seperti masalah internet atau sistem, itu merupakan ranah tim IT,” ujarnya kepada Sketsa, Kamis (13/03) lalu. 

Ia menambahkan, pihak universitas dan penyedia layanan memiliki mekanisme penanganan masing-masing, sehingga permasalahan teknis pada website lebih tepat dikonfirmasi kepada tim yang mengelola sistem tersebut.

Selain itu, Lambang juga menjelaskan mengenai PIN pendaftaran wisuda yang menurut sebagian mahasiswa baru keluar di tengah proses pendaftaran. 

Ia mengatakan, penerbitan PIN berkaitan langsung dengan status kelulusan mahasiswa. Mahasiswa harus terlebih dahulu memperoleh Surat Keputusan (SK) Yudisium sebelum PIN pendaftaran wisuda dapat diterbitkan. 

Oleh karena itu, mahasiswa yang baru menyelesaikan administrasi akademik seperti revisi skripsi atau pengurusan Surat Keterangan Lulus (SKL) kemungkinan akan menerima PIN lebih lambat.

“Mahasiswa baru lulus atau belum menyelesaikan administrasi seperti perbaikan skripsi atau pengurusan SKL bisa saja terlambat mendapatkan PIN,” jelasnya.

Di sisi lain, kapasitas gedung pelaksanaan wisuda juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah peserta pada setiap gelombang.

“Universitas tidak bisa menampung terlalu banyak peserta dalam satu gelombang karena selain wisudawan, ada orang tua, panitia, dan undangan lainnya,” tutupnya.

Sementara itu perihal website galat, hingga berita ini diterbitkan Sketsa masih mencoba menghubungi pihak Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Unmul guna mendapatkan konfirmasi terkait permasalahan tersebut. (tsr/vpr/aya)