Rahman/Sketsa
SKETSA - Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul melakukan Konsolidasi dan Audiensi bersama Wakil Rektor (WR) III, Moh. Bahzar pada Rabu (23/9) di Ruang Rapat 3. Kongres Luar Biasa (KLB) diusung, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul terancam dibekukan.
Berangkat dari problema yang menimpa BEM KM Unmul, meliputi penggelapan dana bantuan bencana alam hingga mundurnya tujuh staff kementrian, DPM KM segera menggelar Konsolidasi dan Audiensi satu Unmul untuk saling berbagi pendapat serta pandangan dari pimpinan legislatif setiap fakultas.
WR III Bidang Kemahasiswaan, Moh. Bahzar turut hadir membersamai tukar pandangan tersebut. Bahzar menyampaikan jika dirinya menerima informasi bahwa uang galang dana telah disalurkan beserta bukti penerimaannya.
Tidak berhenti sampai di situ, permasalahan belum terselesaikan sepenuhnya terlebih Pelaksana Tugas (Plt) Presiden BEM (Presbem) KM Unmul mengunggah surat pengunduran diri di tengah kekisruhan yang terjadi dalam internal BEM KM.
Pengunduran diri Plt Presiden BEM KM
Perpindahan jabatan dari Presiden BEM KM sebelumnya, Hiththan Hersya Putra usai menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dan menurunkan tugas ke Plt Presiden BEM KM, Rahmatsyah Baihaqi Hakim membawa gejolak dinamika internal.
Setelahnya, internal BEM KM ditimpa berbagai permasalahan, sehingga beberapa kementerian mengundurkan diri secara serentak. Mulai dari menteri hingga seluruh staff dari kementerian tersebut, setidaknya saat ini terdapat tujuh kementerian yang mengundurkan diri.
Plt Presiden BEM KM Unmul, Hakim baru-baru ini mengunggah Surat Pengunduran Diri melalui Instagram pribadinya, rbhakim_ pada (23/9) kemarin. Disebutkan dalam suratnya bahwa ia menerima tuntutan terus menerus dari berbagai pihak untuk segera menangani kekacauan yang ada, ia menyatakan akibat daripada itu mempengaruhi psikis dan kesehatan tubuhnya.
Dalam suratnya, Hakim juga mengaku bahwa dirinya belum cukup kompeten dalam mengurus organisasi yang ia pegang meliputi komunikasi internal yang memburuk, hingga pengambilan keputusan yang cenderung lamban.
Konsolidasi DPM Se-Unmul
Berbagai permasalahan internal yang mencuat ke publik disusul Kemunduran Hakim dari posisi Plt Presiden BEM KM menjadi pemantik digelarnya Konsolidasi dan Audiensi oleh DPM KM dan DPM Fakultas beserta WR III untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada.
WR III Bahzar menjelaskan bahwa ia menindak tegas masalah ini dan menyampaikan kronologi setelah menghubungi Hakim untuk tidak lari dari masalah.
“Saya menelpon si Hakim supaya nanti ada tanggung jawab, kamu ada progres bikin laporan. Filosofi apa kemarin yang kamu jalankan seperti apa, mulai dari mana, ke mana alurnya.” ujarnya dalam ruang rapat, Rabu (23/9).
Bahzar juga telah menjelaskan bahwa dia akan memberikan sanksi berat kepada BEM KM Unmul akibat banyaknya kasus yang menimpa.
“Setelah bertanggung jawab, kita bekukan. Tapi nanti mau kayak gimana akan kita bahas lagi karena nggak boleh ada kekosongan! Masa ada orang nggak ada pemimpinnya,” tegasnya.
Bahzar juga meminta kepada para mahasiswa untuk menghadapi masalah ini dengan dewasa dan bukan emosional sebab sanksi berat akan dijatuhkan kepada mereka.
Permasalahan mengenai penggelapan dana bantuan bencana telah dibawa ke pihak berwajib untuk segera ditangani dan diselesaikan. Ia juga meminta untuk bersama-sama menunggu bentuk tanggung jawab dari BEM KM Unmul. (vpr/tsr/dtm/mou)