Sumber Gambar: Abdurrahman/Sketsa
SKETSA - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul menghelat Pelatihan Pengembangan dan Build Relation (Brain) bersama Unit Penunjang Akademik - Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Unmul pada Jumat (9/10) lalu.
Kegiatan ini menjadi proses pembekalan kepada anggota LPM Sketsa Unmul terutama bagi anggota Pengembangan yang bertugas mengelola kegiatan internal.
Melalui diskusi Brain, Ketua Seksi Kerjasama dan Jejaring Kemitraan, Arif Sugianto menyebut jika mahasiswa memiliki masalah, hal yang perlu diingat adalah UPA BK. Sebab, UPA BK Unmul menjadi wadah mahasiswa menceritakan masalah mereka.
Cara mengakses layanan ini dapat melalui kanal resmi https://upa-bk.unmul.ac.id/. Setelahnya, dapat membuat akun dan menjadwalkan konseling bersama para pakar.
Para pakar sebagai konselor terdiri dari dosen Psikologi FISIP serta dosen Bimbingan dan Konseling FKIP Unmul. Gabungan dosen dari kedua fakultas ini berjumlah sekitar lima belas orang.
Selain menerima layanan konseling, UPA BK Unmul juga menerima permintaan dari tiap fakultas untuk membimbing mahasiswa, seperti yang dilakukan di FT Unmul.
“Kita kemarin di teknik bimbingan yang IPK rendah,” ujar Arif membagikan ceritanya.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari program mereka untuk menjadi unit penunjang yang membentuk civitas akademika Unmul sehat secara psikologis. Sehingga, dapat menjalankan kehidupan akademik dengan baik.
Meski baru beroperasi resmi sejak tahun lalu, unit layanan ini telah memberikan konseling kepada puluhan mahasiswa Unmul. Selain itu, mereka juga mengajak mahasiswa untuk memetakan jalan hidup.
“Peta Jalan itu kan sebuah metode di mana kita memetakan. Apa saja capaian-capaian. Kemudian yang tujuan akhirnya nanti prestasi gitu,” jelasnya.
Sementara itu, dalam Pelatihan Pengembangan, Arif mengajak LPM Sketsa Unmul menelaah terlebih dahulu permasalahan yang terjadi di internal. Kemudian memecahkan masalah tersebut tanpa merugikan pihak manapun.
Permasalahan yang dibahas antara lain, kurangnya komunikasi, ketidakjelasan tugas, kurangnya bertanggung jawab, dan permasalahan lain yang kerap muncul dalam organisasi.
Terakhir, UPA BK Unmul mengajak civitas akademika Unmul, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan untuk berkonsultasi apabila memiliki masalah dalam dunia kampus. (mlt/mou)