Sumber Gambar: Sari/Sketsa
SKETSA - Drop out (DO) atau pemutusan hubungan studi menjadi salah satu konsekuensi yang harus dihadapi mahasiswa dengan berbagai faktor. Di antaranya ketika mahasiswa tidak mampu secara akademik terhitung sejak tahun pertama, hingga ketiga: mendapat IP semester rendah, kemudian mahasiswa tidak membayar UKT, dan tidak melakukan daftar ulang selama beberapa semester. Mahasiswa yang melanggar hukum atau terjerat kasus kriminal, juga yang paling banyak ditemui yakni mahasiswa yang telah melewati batas dari masa studi yang telah ditentukan yakni tujuh tahun.
Sketsa kemudian menghubungi Wakil Rektor 1 bidang Akademik, Mustofa Agung untuk meminta data mahasiswa DO yang ada di Unmul. Dalam rekapitulasi data sejak 2018 hingga 2022 itu, diketahui pada 2018 angkanya menempati posisi teratas jumlah mahasiswa DO dengan total 6.217 mahasiswa dari jenjang pendidikan D-3, profesi, hingga S-3.
Sementara tahun berikutnya, 2019, jumlah mahasiswa yang gugur mengalami penurunan. Berdasarkan hasil kalkulasi dari data yang Sketsa dapatkan, hanya terdapat 374 mahasiswa saja yang dinyatakan drop out dari kampus Unmul. Namun, selama pandemi yakni 2020 hingga 2022, jumlah mahasiswa DO di Unmul kembali mengalami peningkatan.
Itu dapat dilihat dari jumlah yang terakumulasi, pada 2020 sebanyak 411 orang yang berasal dari jenjang pendidikan S-1. Sementara di tahun berikutnya, jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup drastis hingga menyentuh angka 911 orang. Tahun 2022 ini, jumlah tersebut rupanya tak mengalami penurunan. Sebaliknya, jumlah mahasiswa DO meningkat lebih tinggi menjadi sebanyak kurang lebih 1.104 orang dari jenjang pendidikan D-3 hingga S-3.
Sketsa juga merangkum jumlah keseluruhan mahasiswa DO dari seluruh fakultas yang ada di Unmul. Berdasarkan data rekapitulasi tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyumbang jumlah terbanyak. Sebanyak 5.717 mahasiswa FEB dari jenjang pendidikan D-3 sampai dengan S-3 dinyatakan DO.
Berbeda dengan FEB, jumlah mahasiswa DO di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, terdapat 316 mahasiswa yang dinyatakan gugur dari kampus FISIP di 2018. Berdasarkan data tersebut, diketahui belum terdapat mahasiswa yang DO pada 2019 hingga kini.
Pada Fakultas Pertanian (Faperta) jumlah mahasiswa DO yang ditemukan dalam 4 tahun terakhir seluruhnya berjumlah 20 orang mahasiswa. Pertama datang dari jenjang S-2 yakni ditemukan 13 mahasiswa DO pada 2018, sedangkan pada 2019 didapatkan pada jenjang S-1 yang berjumlah 7 orang mahasiswa.
Selanjutnya, pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) keseluruhan jumlah mahasiswa DO berjumlah 1.228 mahasiswa. Dimulai pada jenjang S-1 di 2018 yang berjumlah 1.052 mahasiswa. Pada tahun 2019 angka DO mahasiswa di jenjang S-1 berkurang secara signifikan dari tahun sebelumnya yakni ditemukan 172 mahasiswa, dan pada jenjang S-2 angka drop out yang didapatkan berjumlah 4 mahasiswa. Hingga kini, data mahasiswa DO terhitung sejak 2019 hingga sekarang belum ditemukan di Faperta dan FKIP.
Datang dari Fakultas Hukum, data DO keseluruhan mahasiswa dalam 4 tahun terakhir berjumlah 545 mahasiswa. Dapat dijabarkan sebagai berikut, di 2018 pada jenjang S-1 data mahasiswa DO berjumlah 297 mahasiswa, diikuti pada tahun 2022 untuk jenjang S-1 ditemukan data DO mahasiswa berjumlah 170 mahasiswa, dan pada jenjang S-2 berjumlah 178 mahasiswa.
Beralih ke Fakultas Teknik yang data DO seluruhnya berjumlah 679 mahasiswa. Pada 2018 di jenjang D-3, data DO yang ditemukan terdapat 136 mahasiswa dan pada S-1 berjumlah 448 mahasiswa. Hingga pada tahun 2022 data DO mahasiswa teknik mengalami pengurangan, yakni pada jenjang D-3 berjumlah 1 mahasiswa, jenjang S-1 berjumlah 93 mahasiswa, dan pada program profesi hanya terdapat 1 orang mahasiswa.
Lalu Fakultas Kedokteran (FK), pada 2019 di jenjang S-1 data DO berjumlah 16 mahasiswa, dilanjutkan pada 2019 data DO di jenjang D-3 terdapat 1 orang mahasiswa, S-1 berjumlah 35 mahasiswa, dan pada program profesi 7 orang mahasiswa. Pada 2021 ditemukan data DO mahasiswa kedokteran yang berjumlah 28 orang dari jenjang S-1. Total mahasiswa DO secara keseluruhan berjumlah 87 mahasiswa.
Berbeda halnya dengan FK, pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) angkanya pada jenjang S-1 2018 mencapai 105 mahasiswa. Seperti Fakultas Farmasi, Data DO yang ditemukan hanya terdapat di tahun 2021 pada jenjang S-1 yang berjumlah 93 mahasiswa.
Data selanjutnya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA), data DO ditemukan pada jenjang S-1 tahun 2018 berjumlah 5 mahasiswa, tahun 2019 berjumlah 45 mahasiswa, tahun 2020 berjumlah 5 mahasiswa, tahun 2021 berjumlah 21 mahasiswa, dan pada tahun 2022 berjumlah 10 mahasiswa yang dinyatakan DO. Berbeda halnya dengan data DO di jenjang S-2 yang ditemukan hanya pada tahun 2021 dan 2022, yakni 1 mahasiswa dan pada 2022 hanya 2 mahasiswa.
Dari Fakultas Kehutanan tercatat 38 mahasiswa diDO dalam 4 tahun terakhir. Pada 2018 dari jenjang S-3 hanya berjumlah 3 mahasiswa dan tahun 2019 berjumlah 1 mahasiswa. Lalu pada tahun 2022 mengalami kenaikan yaitu berjumlah 34 mahasiswa.
Terakhir, berlanjut pada dua fakultas yang data DO mahasiswanya ditemukan hanya berjumlah sedikit bahkan nyaris tidak ditemukan. Datang dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK), di FPIK tidak ditemukan data DO mahasiswa sejak 4 tahun terakhir. Selanjutnya, pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ditemukan hanya berjumlah 1 mahasiswa, pada jenjang S-1 di tahun 2019.
Bagaimana, kamu ada di fakultas mana, nih, apakah masa studi dan lika-liku kuliahmu lancar? (sya/dre/amg/khn)