Akses Utama Ditutup Timbulkan Kemacetan, Syamsul: Bersabarlah

Akses Utama Ditutup Timbulkan Kemacetan, Syamsul: Bersabarlah

Kepala Bagian Hukum Tata Laksana Unmul, Muhammad Syamsul Syata. (Sumber Gambar: William Maliki)

SKETSA - Sepekan lebih akses gerbang utama Unmul Jalan M. Yamin telah ditutup karena pengerjaan konstruksi gerbang. Hal ini dipertegas dengan dikeluarkannya edaran rektor tertanggal 4 September 2019 lalu, tentang Penutupan Akses dan Pemadaman Listrik. Di mana penutupan akses jalan akan berakhir Rabu (25/9) mendatang.

Sepanjang itu pun mahasiswa diharuskan melewati tiga jalur alternatif, yaitu Jalan Bakom, Jalan Gelatik, dan Jalan Pramuka. Alhasil terjadi penumpukan kendaraan di jalan alternatif tersebut yang berujung kemacetan di jam-jam sibuk keluar-masuk kampus.

Ditemui di ruangannya, Kepala Bagian Hukum Tata Laksana Unmul, Muhammad Syamsul Syata menyebutkan penutupan akses dilakukan sesuai dengan edaran rektor demi memperlancar pengerjaan proyek. Karena menurutnya jika proyek jalan bisa dilakukan cepat, maka akan semakin cepat pula dibuka dan bisa dilalui civitas academica Unmul.

"Mungkin mahasiswa bersabar dulu lah, kalau misalnya itu (proyek gerbang utama) sudah jadi, bisa segera dilalui. Tunggu saja sampai selesai," katanya, Jumat (13/9) lalu.

Selain melalui surat edaran yang dikeluarkan, pemberitahuan penutupan akses disebutkan Syamsul juga disampaikan setiap hari Jumat di Masjid Al Fatihah, Unmul. Karena selama dua kali melaksanakan salat di sana, dia selalu mendengarkan pemberitahuan itu. Hal ini menurutnya sebagai sosialisasi agar makin banyak yang tahu penutupan akses jalan tersebut.

Beragam respons datang dari civitas academica Unmul, salah satunya Sefty Wulandari. Menurutnya, kemacetan di kawasan Pramuka ini bukanlah hal baru. Melainkan hal biasa, hanya saja diperparah dengan adanya penutupan akses melalui gerbang utama Unmul.

“Itu adalah masalah yang sama (seperti kemacetan di Pramuka dan Perjuangan), cuma diperparah karena akses gerbang utama ditutup," sebut Sefty kepada Sketsa (13/9).

Sefty sendiri mengetahui adanya kemacetan ini di waktu siang hari setelah pulang dari konsultasi dengan dosen pembimbingnya. Sehingga, ia lebih memilih untuk melewati Jalan Bakom untuk menghindari kemacetan panjang ini. Namun, ia telah menebak akan terjadi kemacetan saat membaca edaran terkait penutupan akses melalui gerbang utama Unmul.

Ia sendiri juga tidak mengetahui dengan pasti pembangunan apa yang sedang dilakukan oleh Unmul. Ia hanya tahu bahwa itu merupakan gerbang Unmul sedang diperbaiki. Menurutnya, juga kemacetan ini tidak sepenuhnya salah Unmul. Seharusnya kita sebagai mahasiswa harus tahu informasi apa saja yang terjadi di Unmul, termasuk kemacetan ini. Sehingga, para mahasiswa dapat menghindari jalan yang macet.

“Menurut saya, mungkin sebaiknya akses Unmul itu dibatasi, hanya untuk warga sekitar dan mahasiswa. Sehingga, dapat juga menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti, pencurian. Saya rasa itu bisa benar-benar bisa dikurangi," ujar mahasiswi Ilmu Komunikasi  2015 itu. (sii/wil/els)