Hima dan Prodi PGSD FKIP Unmul Gelar Seminar Kenalkan Jurnal Ilmiah sebagai Jalur RPKIM
Hima dan Prodi PGSD bersinergi menghadirkan sosialisasi pengenalan Artikel Jurnal Ilmiah dalam mendukung implementasi program RPKIM
Sumber Gambar: Gita/Sketsa
SKETSA - Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bersinergi dengan Program Studi (Prodi) PGSD FKIP Unmul sukses gelar sosialisasi dalam rangka “Pengenalan Artikel Jurnal Ilmiah untuk Mendukung Implementasi Program RPKIM bagi Mahasiswa PGSD”, Sabtu (16/05) lalu.
Rekognisi Prestasi dan Karya Inovasi Mahasiswa (RPKIM) merupakan program yang memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengganti tugas akhir skripsi dengan publikasi ilmiah minimal lulus Science and Technology Index (Sinta) 3 atau menyesuaikan ketentuan dari masing-masing Prodi.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa PGSD untuk memanfaatkan peluang rekognisi karya ilmiah sebagai alternatif pengganti tugas akhir skripsi.
Dihadiri mahasiswa PGSD angkatan 2023–2024, kegiatan sosialisasi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai mekanisme pengajuan artikel jurnal ilmiah ke Prodi hingga penjelasan terkait kebijakan dan persyaratan karya ilmiah yang dapat direkognisi RPKIM.
Koordinator Program Studi (Kaprodi) PGSD FKIP Unmul, Sukriadi hadir sebagai pemateri. Ia menjelaskan dari berbagai macam jenis luaran yang dapat direkognisi sebagai pengganti skripsi, jurnal ilmiah merupakan pilihan terbaik bagi mahasiswa PGSD.
“Untuk alternatif skripsi beberapa lebih sulit kami sentuh, misalkan hak paten. Kemudian untuk monograf, karena mereka (mahasiswa) belum mengajar, sulit kalau mereka mandiri sebagai penulis pertama,” ujarnya kepada Sketsa, Sabtu (16/5) lalu.
Sukriadi menyebut Prodi PGSD sangat terbuka untuk mahasiswa yang ingin membuat artikel jurnal ilmiah sebagai alternatif skripsi dengan menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan kepada mahasiswa.
“Prodi punya kewajiban memfasilitasi mahasiswa, begitu juga dosen, melalui kebijakan dan membuat batasan-batasan,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut membekali peserta dengan cara mencari jurnal yang sesuai, termasuk bagaimana menyesuaikan kualitas dan bidang keilmuan jurnal dengan topik penelitian yang diajukan.
Sukriadi menekankan pembuatan artikel jurnal ilmiah merupakan bagian dari proses bimbingan yang turut divalidasi dosen pembimbing dan Kaprodi.
“Misalkan instrumennya, kemudian datanya, jurnal yang disasar, kemudian kesesuaian hasil penelitian dengan rumusan masalah, kesimpulan, dan juga kredibel daripada jurnal yang dituju apakah memang sudah memenuhi syarat dan juga data yang diolah itu sudah valid dan bukan hasil plagiasi,” jelasnya.
Untuk menghindari plagiasi, Sukriadi mengungkapkan Prodi menyediakan jasa turnitin. Tidak hanya untuk artikel ilmiah, tetapi juga hasil skripsi.
Sukriadi berharap semakin banyak mahasiswa yang dapat memanfaatkan peluang RPKIM secara optimal guna mendukung akreditasi prodi di lingkungan FKIP.
“Sekarang kalau di RPKIM ‘kan otomatis dia sudah terbit dan juga sintanya minimal 3, sehingga itu akan mendukung sekali terkait rekomendasi dan juga akreditasi dari program studi sendiri di lingkungan FKIP,” ucapnya.
Salah seorang peserta dari Prodi PGSD FKIP Unmul 2024, Amanda Ariska Amelia mengaku kegiatan sosialisasi ini sangat berdampak untuknya dan memberikan bekal untuk penulisan artikel.
“Jadi buat diri saya sendiri sangat-sangat membantu saya untuk menulis artikel nanti,” kata Amanda, Sabtu (16/5) lalu. (gta/mou)