Tetua BEM KM Unmul Sikapi Kartu Kuning DPM KM Unmul

Tetua BEM KM Unmul Sikapi Kartu Kuning DPM KM Unmul

SKETSA – ”Kartu Kuning” ala DPM KM Unmul rupanya tidak hanya menyentil BEM KM 2018 tapi juga para alumninya. Salah satu yang ketika itu turut memberikan reaksi adalah Bhakti Zuar, Wakil Presiden BEM KM Unmul 2017. Pada hari yang sama, Bhakti terlihat memosting ulang Instastory DPM KM Unmul tersebut dalam akun Instagram pribadinya. Dalam Instastorynya, Bhakti menambahkan tulisan “Goks, menurut gw @dpmkmunmul salah satu lembaga yang santun, mau ngasih kartu kuning aja harus buat pemberitahuan macam ini”.

Ditemui Sketsa pada Rabu (14/02), Bhakti menganggap peristiwa kartu kuning ini unik. Mahasiswa Teknik itu merasa perlu memosting ulang Instastory tersebut kendati tak mendapatkan balasan apa pun dari DPM KM Unmul. Sebaliknya, para pengikutnya di Instagram justru banyak yang mempertanyakan ada apa sebenarnya di balik balas-balasan Instastory ini.

“Sekelas DPM KM mau ngasih kartu kuning ke Presiden BEM KM Unmul. Ada apa nih?. DPM zaman saya kan udah banyak kritikan, mungkin harus lebih ego public, mungkin transparansi soal KM Unmul kah,” katanya.

Lebih lanjut, Bhakti mengatakan kartu kuning dari DPM KM Unmul adalah sebuah usaha untuk menggiring opini publik sebelum mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di antara dua organisasi ini. Terkait BEM KM Unmul disebut Eksekutif Manja, Bhakti menpertanyakan apa dasar dari argumen tersebut dan ia mengaku sedang menunggu informasi terkait masalah yang terjadi di keduanya. 

Dalam kejadian ini Bhakti berfokus pada pola komunikasi antara DPM KM Unmul dan BEM KM Unmul. Apakah sudah ada koordinasi secara administratif di balik tegur menegur lewat Instastory yang cukup menghebohkan media sosial beberapa waktu lalu

“Bisa saja mereka (DPM KM Unmul) pasang Snapgram tapi sudah mengajukan surat resmi kepada BEM KM,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Teguh Satria Presiden BEM KM Unmul 2016 ikut angkat bicara. Walau sudah tak berkecimpung di dunia politik kampus, Teguh mengaku tahu perkara kartu kuning tersebut. Menurutnya, kejadian ini adalah wajar karena seharusnya dinamika legislatif dan eksekutif memang seperti itu. Berbeda dengan Bhakti yang langsung bereaksi dengan memosting ulang Instastory DPM KM Unmul, Teguh memilih tidak merespons apa-apa. Ia merasa bahwa menegur lewat Instagram adalah konfrontatif dan cukup mengejutkan.

“Semoga ini awal yang baik untuk proses check and balances roda eksekutif-legislatif mahasiswa Unmul ke depan,” harapnya.

Adapun, menyebut BEM KM Unmul sebagai Eksekutif Manja, menurut Teguh adalah subjektif karena belum ada klarifikasi maupun rasionalisasi duduk permasalahan. Menurutnya, sifat DPM KM Unmul yang seperti ini adalah tantangan bagi BEM KM Unmul untuk menjawab tudingan dan justifikasi dengan kinerja efektif. Teguh sangat mendukung keduanya untuk melakukan gebrakan-gebrakan baru.

“Saya pikir BEM dan DPM sudah start dengan baik sejauh ini,” tandasnya. (rrd/aml/els)