Berita Kampus

Kelas Internasional FISIP Beralih ke Jam Kerja, Upaya Tarik Minat Mahasiswa

Tak banyak mahasiswa yang bergabung di tahun lalu, kelas internasional FISIP kini beralih ke jam kerja.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Army/Sketsa

SKETSA - Sebagai langkah untuk mencapai target akreditasi unggul hingga akreditasi internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul adakan kelas internasional atau disebut juga FISIP International Class (FIC). Kelas yang mulai diselenggarakan sejak 2023 lalu ini bertujuan untuk menyambung kemitraan FISIP dengan relasi di luar negeri serta untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Semula, FIC diadakan setiap hari Sabtu dengan beberapa mata kuliah (matkul) dalam sehari. Namun pada tahun ini, sistem FIC mengalami sedikit perubahan di mana kelas ini tidak lagi digelar menjelang akhir pekan, melainkan pada hari kerja yaitu Senin hingga Jumat.

Rina Juwita selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unmul mengungkap bahwa seharusnya kelas internasional dilaksanakan di hari kerja sejak tahun lalu. Namun, karena FIC diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa di berbagai prodi di FISIP, sulit untuk mengatur jadwal agar tidak bentrok dengan jadwal matkul lainnya.

Oleh sebab itu, hari Sabtu diputuskan sebagai hari pelaksanaan kelas tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan matkul-matkul yang lain. Namun disayangkan, seiring berjalannya waktu banyak mahasiswa yang mengundurkan diri dari kelas tersebut. Hal ini dikarenakan jadwal FIC yang menyita waktu libur mereka.

"Mahasiswa itu excited di awal-awal, tapi kemudian karena ngerasa ‘aduh aku udah kuliah dari Senin sampai Jumat terus Sabtu kuliah juga’ lalu akhirnya di pertengahan jalan mengundurkan diri," ungkap Rina kepada awak Sketsa, Senin (5/2) lalu.

Tidak hanya itu, WD I sekaligus dosen prodi Ilmu Komunikasi tersebut juga menjelaskan bahwa salah satu target dari diadakannya FIC adalah untuk menggaet mitra luar negeri agar dapat mengirim mahasiswanya ke FISIP Unmul. Jika hal tersebut terlaksana, maka mahasiswa luar hanya akan mendapatkan kelas di hari Sabtu.

"Jadi kami tuh berpikir kalau misalnya nanti kita benar-benar dapat mahasiswa asing begitu ya, kan enggak seru kalau kuliahnya cuman hari Sabtu dari pagi sampai sore kuliah aja gitu, kan gak seru banget buat mereka. Minggu sampai Jumat ngapain gitu?" jelas Rina.

Oleh karena itu, jadwal FIC akhirnya diubah dan beralih ke hari kerja dengan pertimbangan kelas akan diadakan setelah jadwal matkul lain selesai. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi bentrok antar matkul di setiap prodi. 

Perubahan jadwal ini rupanya membuahkan hasil. Meski belum berhasil menerima mahasiswa luar negeri, terbukti tahun ini FIC mampu menarik minat mahasiswa FISIP lebih banyak dibanding semester sebelumnya. Dengan kapasitas 30 orang setiap kelasnya, Rina menyebutkan terdapat kelas yang telah memenuhi kapasitas tersebut.

Salah satu mahasiswa dari prodi HI FISIP yang ikut FIC pada tahun lalu, Alya Fitriani Sajida mengatakan bahwa dirinya sangat tertarik dengan program FISIP yang satu ini. Dengan adanya FIC dirinya dapat melatih kemampuannya dalam berbahasa Inggris serta berkesempatan untuk mempelajari materi di luar matkul yang ada di prodinya. Semangatnya terbukti dengan dirinya yang kembali mengikuti program FIC.

"Karena di kelas ini (FIC) saya bisa mempelajari mata kuliah dari program studi lain, serta lebih banyak praktik menggunakan bahasa inggris yang mana merupakan skill terpenting di prodi saya yaitu, Hubungan internasional," tulis Alya saat diwawancarai awak Sketsa melalui percakapan WhatsApp, Jumat (26/1) lalu.

Alya bersyukur karena jadwal FIC ditetapkan di jam kerja. Karena menurutnya, mahasiswa dan pengajar mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas internasional tersebut tanpa harus mengorbankan akhir pekan mereka.

Hal serupa juga dirasakan oleh Narendra Lintang Samudera, mahasiswa yang juga bergabung dengan FIC pada tahun lalu. Ia sependapat bahwa kelas internasional merupakan wadah yang bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin melatih kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Meskipun tidak bergabung lagi di dalam FIC, mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2021 ini mendukung adanya perubahan jadwal FIC.

"Saya yakin pihak fakultas sudah merancang sedemikian rupa sehingga seharusnya tidak ada masalah terkait dengan adanya perubahan jadwal tersebut," ungkap Narendra saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (29/1) lalu.

Dengan terlaksananya FIC saat ini, Rina berharap kedepannya program internasional FISIP akan lebih terealisasikan di mana bukan hanya mahasiswa luar saja yang bisa belajar di FISIP, namun juga pengajar dari luar negeri dapat berkesempatan mengajar di fakultas tersebut.

“Dunia kan sekarang semakin Global, ya. Jadi teman-teman juga kami berharap, ketika kita nggak bisa memberikan kesempatan yang besar, yang banyak, untuk semua mahasiswa untuk bisa terkena eksposur global itu tadi, tapi setidaknya kita bisa membawa atmosfer itu di dalam,” pungkasnya. (tha/nav/myy/ali).



Kolom Komentar

Share this article