Berita Kampus

Imbauan Kontroversial, DPM Dukung Langkah BEM

Ketua DPM KM Unmul Alif Mustofa mengaku, setuju dengan langkah advokasi BEM. (Foto: Dok. Pribadi)

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


SKETSA - Kalut masih menyelimuti mahasiswa angkatan 2013. Hingga saat ini belum ada kejelasan nominal UKT yang mesti mereka bayar. Mayoritas menunggu, tapi tak sedikit yang ambil jalan pintas. Tetap bayar UKT sesuai besaran yang ditentukan rektorat sebelumnya.

BEM KM Unmul yang menampung aspirasi mahasiswa itu mencoba melakukan advokasi. Mereka menghimpun mahasiswa angkatan 2013 bersama BEM fakultas melalui forum diskusi. Hasilnya, mahasiswa diminta menunda pembayaran UKT. Meski dinilai kontroversi, namun langkah tersebut banjir dukungan.

Kepada Sketsa, Ketua DPM KM Unmul Alif Mustofa mengaku, setuju dengan langkah advokasi BEM tersebut. Menurutnya, imbauan itu sudah sangat tepat.

"Sudah tepat. Hasil aspirasi mahasiswa,” ujar Alif.

Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menegaskan, DPM KM Unmul sepakat dengan pergerakan advokasi yang dilakukan BEM terkait polemik UKT bagi mahasiswa angkatan 2013. Namun, ia meminta advokasi dilakukan satu komando di bawah BEM KM Unmul.

“Satu pintu. Supaya birokrasi advokasi yang dibangun tidak rumit. Tapi tetap harus libatkan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Ditambahkannya, imbauan BEM KM Unmul agar mahasiswa angkatan 2013 menunda bayar UKT demi keseriusan. Karena mahasiswa merasa tidak adil dengan jumlah UKT yang harus dibayar. Sementara aktivitas perkuliah sudah tidak ada selain skripsi. Namun, dia tekankan imbauan itu tidak bersifat wajib. Mahasiswa bebas memilih bayar atau menunda hingga ada kejelasan advokasi yang dilakukan BEM KM Unmul.

"Kalau mahasiswa ingin membayar silakan. Tapi imbauan itu murni atas dasar solidaritas dan bentuk protes," pungkasnya. (adl/im)



Kolom Komentar

Share this article