Aplikasi Unmul Mobile Banyak Kekurangan, Mahasiswa Uninstall

Aplikasi Unmul Mobile Banyak Kekurangan, Mahasiswa Uninstall

SKETSA - Awalnya kehadiran Unmul Mobile disambut antusias oleh warga Unmul. Namun, berselang satu bulan semenjak resmi launching, banyak keluhan dari pengguna aplikasi Unmul Mobile, sebagian besar dikeluhkan mahasiswa.

Mengusung digital education berbasis mobile, Unmul Mobile masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satu mahasiswi Faperta, Annisa Yunita, mengeluhkan aplikasi Unmul Mobile sering mengalami force close atau sering terhenti tiba-tiba. Hingga akhirnya Annisa memutuskan untuk mencopot pemasangan aplikasi tersebut.

“Pertama saya pikir karena handphone saya yang enggak beres, sampai saya harus menghapus cache data. Ternyata memang dari bawaan aplikasinya yang sering tertutup sendiri,” terang mahasiswi jurusan Peternakan angkatan 2017 tersebut.

Selain sering force close, kesulitan saat login juga dialami oleh mahasiswi Manajemen FEB 2016, Diana Affiana Ningsih. Meski pihak birokrat sudah mensosialisasikan mengenai fitur-fitur dan kegunaan Unmul Mobile, namun Diana mengaku belum pernah mendengar adanya sosialisasi di kampusnya.

Dari FKIP, salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 2015, Gresiandre Fitrahinanda Putra juga merasa sosialisasi Unmul Mobile di FKIP masih kurang, sehingga eksistensinya pun masih redup. Meski sering mengalami force close, Andre masih menggunakan aplikasi sembari menunggu pembaruan aplikasi. 

Hal yang sama juga dilontarkan dari mahasiswa Manajemen FEB 2016, Ahmad Fauzan Lukmana. Ia mengaku masih kesulitan mengakses beberapa fitur aplikasi Unmul Mobile, antara lain fitur jadwal dan pencarian nama.

“Kadang kalau kita mau buka jadwal malah error keterangannya, terus juga kalau kita mau cari nama pengguna malah keluar sendiri (aplikasinya),” akunya.

Namun, Fauzan mengaku masih ada kelebihan di dalam aplikasinya, salah satunya fitur peta kampus yang membantunya mengetahui letak fakultas-fakultas di Unmul.

Beberapa mahasiswa yang tidak mengunduh aplikasi Unmul Mobile turut bersuara. Salah satunya diungkapkan oleh mahasiswi Teknik Informatika FKTI 2016, Dian Fitriani. Dian mengaku tidak memasang aplikasi Unmul Mobile karena merasa tidak begitu memberi manfaat. Menurutnya lebih baik memperbaiki dan memperbaharui website serta portal resmi Unmul.

“Jika aksesnya di web enggak bisa, baru (aplikasinya) disarankan, tapi enggak bakalan semua mahasiswa harus download aplikasinya,” tuturnya.

Dian juga menambahkan apabila banyak yang mengakses aplikasi tersebut, sebaiknya team IT yang bertugas bisa memperbaharuinya, karena digunakan sekelas universitas. Dian pun merasa lebih nyaman jika mengakses melalui website ketimbang memakai aplikasi. Menurutnya akses data di website tidak akan tersendat karena tidak banyak yang mengakses pada waktu bersamaan. (cin/asr/els)