Tentang Kami

Journalistic Camp 2026: Membangun Jiwa yang Kritis dan Berani Bersuara

Mengusung tema kritis dan berani bersuara, LPM Sketsa Unmul mengukuhkan 17 anggota baru melalui Journalistic Camp (JC) 2026. Kegiatan ini membekali peserta dengan materi advokasi liputan dan teknik reportase

Sumber Gambar: Nabila/Sketsa

SKETSA - LPM Sketsa Unmul kembali mengukuhkan anggota barunya lewat kegiatan Journalistic Camp (JC) 2026. Bertempat di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (3/10) hingga Minggu (4/10) lalu.

JC merupakan agenda tahunan LPM Sketsa Unmul. Lewat kegiatan tersebut, anggota baru yang telah melalui proses pembelajaran resmi menerima kartu pers dan tahun ini sebanyak 17 anggota resmi dikukuhkan. 

JC 2026 mengusung tema “Membangun Jiwa yang Kritis dan Berani pada Suara”. Tema tersebut menggambarkan proses pembentukan anggota baru Sketsa sebagai jurnalis muda yang mampu melihat persoalan secara kritis serta berani menyampaikan informasi yang diperolehnya.

Frasa “Membangun Jiwa yang Kritis” menunjukkan bahwa karakter seorang jurnalis tidak terbentuk secara instan, melainkan lewat proses berlatih selama kegiatan JC. Sementara itu, “Berani pada Suara” menggambarkan keberanian anggota baru untuk menyampaikan informasi dan gagasan sebagai reporter, sekaligus keberanian untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka suarakan.

Melalui tema yang dipilih, LPM Sketsa Unmul berharap anggota barunya menjadi jurnalis muda yang kritis dalam melihat persoalan, berani menyampaikan informasi, dan bertanggung jawab atas suara yang disampaikan.

Dua pemateri turut dihadirkan untuk membekali peserta. Pemateri pertama yakni Abdurrahman merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Unmul yang juga anggota Sketsa angkatan 17. Pemateri kedua yakni Raden Roro Mira Budiasih adalah wartawan profesional Kaltim Post sekaligus alumni Sketsa angkatan 7.

Materi yang dibawakan berfokus pada advokasi dalam liputan di lapangan dan teknik reportase. Lewat materi tersebut, peserta diajak memahami cara menggali fakta, menyuarakan isu yang penting bagi publik, dan tetap menjaga keselamatan saat meliput di lapangan.

Kehadiran dua pemateri dengan latar berbeda memberi peserta dua sudut pandang sekaligus antara lain pengalaman berproses di Pers Mahasiswa (Persma) dan pengalaman bekerja di media profesional.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyematan kartu pers kepada para peserta. Penyematan dilakukan langsung oleh Redaktur Pelaksana LPM Sketsa Unmul yaitu Andini Oktaviandari. Dengan prosesi itu, 17 anggota baru resmi menyandang kartu pers dan siap menjalankan kerja-kerja Persma.

Ketua Umum LPM Sketsa Unmul, Ai Nasyrah Nurdea berharap para anggota baru dapat mengemban tanggung jawab dan amanah sebaik mungkin selama berproses di Sketsa.

“Mereka punya masa pengabdian yang panjang, dan saya harap mereka tidak berhenti di tengah jalan. Tetap melaksanakan tugasnya sebaik mungkin sampai akhir,” ujarnya.

Ia juga berharap Sketsa terus melahirkan jurnalis yang kompeten. Menurutnya, banyak anggota Sketsa yang baru setahun atau dua tahun bergabung, tetapi sudah mendapat pekerjaan di media dan menghasilkan karya yang diakui.

“Saya berharap Sketsa, dengan anggota-anggotanya yang berkualitas, bisa berjalan lebih baik lagi dan bertahan ke depan, beberapa tahun bahkan puluhan tahun,” tuturnya.

Berjalan hingga tuntas, JC 2026 resmi menyematkan 17 kartu pers kepada awak baru Sketsa dengan membawa harapan baru bagi LPM Sketsa Unmul dalam melahirkan jurnalis muda yang kritis, berani bersuara, dan bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan. (ysn/mou)




Kolom Komentar

Share this article