Flipped: Belajar Melihat Lebih dari Sekadar Bagian Kecil

Flipped: Belajar Melihat Lebih dari Sekadar Bagian Kecil

Sumber Gambar: Website IMDb

Film yang disutradarai oleh Rob Reiner ini rilis pada 2010 dan merupakan adaptasi novel karangan Wendelin van Draanen yang terbit pada 2001. Bercerita tentang romansa polos antara dua anak SMP, yaitu Juliana Baker dan Bryce Loski, yang bermula dari ketertarikan sepihak Juli pada Bryce di pertemuan pertama di masa kecil mereka, saat Bryce dan keluarganya baru saja pindah ke rumah baru.

Juli yang periang dan berkemauan kuat, selalu mengikuti Bryce dan menunjukan rasa sukanya secara terang-terangan sejak awal. Namun, hal tersebut tidak disambut dengan antusias yang sama oleh Bryce yang introvert. Bryce yang benci menjadi pusat perhatian tentu selalu berusaha menghindari Juli dan menganggapnya aneh.

Salah satu adegan paling menarik adalah pohon sycamore yang menjadi tempat favorit Juli. Bagi Juli, pohon itu bukan sekadar tumbuhan, melainkan simbol keindahan yang tidak bisa dipahami Bryce. Sebelum memanjat pohon itu, Juli hanya melihat dunianya dari satu bagian. Namun, saat berada di puncak pohon, Juli bisa melihat seluruh kota dan matahari terbenam. 

Ia menyadari bahwa keindahan sejati terletak pada kesatuan alam, bukan sekadar hal-hal kecil di bawahnya, seperti yang dikatakan ayahnya "The whole is more than the sum of its parts" (keseluruhan lebih dari sekadar jumlah bagian-bagiannya). 

Momen ketika Juli menolak turun saat pohon itu akan ditebang adalah titik balik karakternya. Kehilangan pohon itu membuat Juli menyadari bahwa orang-orang di sekitarnya termasuk Bryce, yang hanya menonton saat ia menangis di atas pohon, tidak memiliki pemahaman yang sama dengannya.

Konflik semakin memuncak ketika insiden telur ayam peliharaan Juli terjadi. Bryce, yang dipengaruhi prasangka buruk ayahnya terhadap kebersihan keluarga Juli, membuang telur pemberian Juli secara diam-diam. 

Juli yang semula memuja Bryce, mulai menyadari bahwa Bryce mungkin hanyalah "potongan bagian" yang tampan, tetapi tidak memiliki "keseluruhan" yang bernilai. Saat Juli mulai menjauh, Bryce justru mulai mengejar karena rasa bersalah dan kekaguman yang baru tumbuh.

Dinamika tarik ulur inilah yang menjadi inti konflik film ini. Meskipun terkesan sederhana ala cinta monyet remaja, alur film yang menampilkan sudut pandang Juli dan Bryce secara bergantian pada setiap adegan membuat alurnya terasa unik.

Sudut pandang keduanya benar-benar disorot dengan perspektif berbeda. Sehingga rasa suka Juli yang berani dan Bryce yang tidak bisa berterus terang dapat dipahami dan terasa nyata.

Hubungan kedua karakter dengan keluarganya juga disorot di film ini, hal itu menunjukan bagaimana karakter seorang anak dibentuk oleh karakter keluarganya. 

Juli tumbuh menjadi pribadi yang berani karena keluarganya berpikiran terbuka dan memiliki empati tinggi. Sebaliknya, Bryce menjadi pribadi yang takut untuk jujur karena dia tumbuh di keluarga yang terlalu memandang status sosial. 

Sehingga Bryce yang tumbuh di keluarga seperti itu, memilih bahwa kebohongan untuk menyenangkan orang lain lebih aman untuknya, daripada mengatakan kejujuran yang menyakitkan. 

Film Flipped sendiri berlatar tahun 1950-an hingga awal 1960-an. Padahal dalam novelnya, Flipped berlatar sekitar tahun 1990-an. 

Rob Reiner selaku sutradara sengaja mengubah latar cerita karena ingin menampilkan interaksi tatap muka yang murni tanpa internet ataupun media sosial, sehingga kisah cinta pertama dalam film ini dapat terasa jujur dan polos. 

Akting Madeline Carroll (Juli) dan Callan McAuliffe (Bryce) juga patut mendapatkan apresiasi tinggi, keduanya memiliki chemistry yang luar biasa sebagai remaja era 60-an. 

Madeline berhasil membawakan karakter Juli yang tidak hanya sekadar agresif, tapi juga tulus, berani, dan penuh rasa ingin tahu. Sedangkan Callan sendiri juga sukses memerankan Bryce si remaja kikuk, tapi memiliki banyak konflik batin yang membuat dinamika keduanya terasa hidup.

Flipped bukan sekadar drama remaja, ada nilai kehidupan yang dapat diambil. Film ini mengajarkan bahwa dalam menilai seseorang kita perlu melihat secara keseluruhan karakternya, bukan hanya dari tampilan atau status sosial. 

Juli sendiri adalah karakter yang percaya diri. Dari dia kita dapat belajar, bahwa tidak masalah diejek dan dianggap berbeda karena memiliki prinsip yang kuat, daripada berbohong hanya agar diterima orang lain.

Bryce sendiri melakukan banyak kesalahan pada Juli, menjauhinya bahkan membuang telur pemberiannya. Namun daripada hanya mengucapkan kata maaf, Bryce menunjukan aksi nyata dengan menanam kembali bibit pohon sycamore di halaman rumah Juli. 

Itu menunjukan permintaan maaf terbaik adalah perubahan perilaku. Seolah tindakan Itu adalah cara Bryce menunjukan kepada Juli "Aku akhirnya mengerti kamu."

Dengan alur yang penuh makna, film ini sangat direkomendasikan sebagai salah satu comfort movie yang tidak membosankan untuk ditonton ulang karena ceritanya yang unik, ringan, dan memuaskan dari segi cerita dan character development, sehingga cocok untuk tontonan keluarga dan segala kalangan usia. (nes)