Kepadamu kasih,
Aku bersuci dalam sepi.
Meski Tubuh kita masih
tanah-tanah yang berlubang,
Yang Ketika hujan datang,
Air memenuhi kita dan Menenggelamkan kita berkali-kali,
Kedalam cinta yang kita bangun di atas rasa sakit orang-orang baik.
Kepadamu kasih,
Aku bersuci dalam sepi.
Kemudian Pohon-pohon merah itu
Mulai menggugurkan daunnya,
Gugur dengan hati-hati tepat di atas kubur kita,
Dan suburlah rumput-rumput liar yang kuat akarnya,
Yang berusaha mencabut kita dari kematian.
Kepadamu kasih,
Aku bersuci dalam sepi yang lebih sunyi dari kecupanmu,
Perihal ciuman kecil yang tertinggal di tubuhku
dan warna lipstik yang lekas menjadi pudar
Menjadi warna paling sepi
Ditulis oleh Dores, mahasiswa Hubungan Internasional FISIP.