Sedang apakah kau? Ketika kau membuatku melayang menerobos atap-atap ruang kampus.
Suasana siang, jam satu lewat lima puluh satu
“Lebih baik pulang tanpa nama, dari pada menjadi pengurus event mahasiswa”
Tulisan itu, kertas yang kini diberikan padaku.
Lia. Menangis tersedu ia
“Mana yang lebih penting, kesejahteraan mahasiswa? Atau acara-acara wah?” tanyamu.
Entahlah! Aku hanya lelaki yang telah pulang tanpa nama.
Celana gombrong berwarna hitam yang kukenakan telah basah
Setitik dua titik air mata jatuh, disusul hujan yang ikut mengaduh
“Lebih baik aku pulang! Daripada berurusan dengan mereka yang tak memikirkan keinginan adik-adiknya” katamu.
SAMARINDA, 2017
Ditulis oleh Panji Aswan, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2012