Kita yang Juga Kamu

Kita yang Juga Kamu

Sumber Gambar: Pinterest

Kita adalah rasa

Sampai aku lupa

Bahwa kamu bersama luka


Kita adalah rasa

Sampai aku tertawa

Sedang kamu meronta


Kita adalah rasa

Sampai aku menjadi tak berguna

Kala kamu merasa sirna


Kita adalah rasa

Sampai aku benar-benar peka

Nyatanya jiwamu tak kudekap bersama


Peranku, menjaga Kita

Yang juga kamu


Namun aku,

Terlalu piawai hingga terpaku

Pada apa yang kurasa terpantau

Nyatanya,

Bagai akting yang kaku

Melupakan rasa, mengindahkan kilau

Kemudian kita benar-benar menjadi rasa

Ketika aku sudah duduk terpana

Dengan hati yang entah kemana

Mengingat janji akan terus berada


Kamu,

Pikirku bertemu namun terhalau

Manusia kuat yang nyatanya aku rindu namun malu

Si kokoh hebat yang tetap lantang meski parau


Kamu,

Kian perkasa seiring waktu

Melawan badai bersama hati bajamu

Menahan arus tanpa aku bantu

Bahkan, tetap berdiri meski terlempar batu


Sampai sini saja....

Kamu sudah sangat mempesona


Lihat saja,

Sepohon itu tak sendiri

Ia punya batang besar

Dengan daun yang rindang

Bukankah kamu juga begitu?


Ditulis oleh Annisa A’yun Nursania,  mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, 2017