JOMO: Ketertinggalan Tak Selamanya Buruk

JOMO: Ketertinggalan Tak Selamanya Buruk

Ilustrasi: Pexels

SKETSA Di era teknologi saat ini, eksistensi diri di media sosial menjadi begitu penting. Tak jarang, untuk mewujudkan hal ini banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling update di media sosial. Bagi mereka yang kemudian tidak bisa mengikuti tren, akan muncul ketakutan dan  perasaan khawatir berlebih mengenai hal tersebut. 

Fenomena inilah yang sering kita kenal dengan istilah FOMO, atau akronim dari Fear of Missing Out. Ketergantungan yang tidak sehat tersebut menimbulkan berbagai macam dampak, seperti munculnya perasaan negatif, meningkatkan risiko terjadinya masalah psikologis, menurunkan rasa percaya diri, hingga mengganggu produktivitas.

Sebagai solusi dari fenomena FOMO, muncul pula istilah baru di kalangan masyarakat yaitu JOMO atau Joy of Missing Out. Layaknya dua sisi mata uang, JOMO merupakan perasaan puas dalam diri dimana seseorang sudah merasa cukup dengan hidupnya sehingga mereka tidak merasa khawatir bila tertinggal dengan tren yang ada di media sosial. 

Istilah JOMO pertama kali muncul pada 2012 dari seorang blogger bernama Anil Dash. Dalam praktiknya seseorang yang merasakan JOMO akan lebih merasa bebas dan lebih fokus pada hal-hal yang mereka senangi. 

Berikut Sketsa rangkum beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memulai gaya hidup JOMO. Yuk, simak!

1. Membuat lebih banyak rencana yang mampu menghubungkan dirimu dengan orang-orang terdekat

Pergi minum kopi bersama teman, jalan-jalan ke pusat perbelanjaan bersama keluarga, dan kegiatan lainnya dapat membantu mengalihkan pikiranmu dari berbagai tren maupun kehidupan orang lain di media sosial. 

2. Mematikan notifikasi handphone, hingga log out akun dari media sosial

Penting juga untuk menyaring akun-akun apa saja yang layak kamu ikuti di media sosial. Hindarilah mengikuti orang-orang yang mampu memicu perasaan negatif dalam dirimu, ya! 

3. Menetapkan fokus dan tujuan

Kecemasan dan rasa khawatir dikucilkan akibat tidak hadir dalam momen yang sama dengan kebanyakan orang dapat diatasi dengan mengevaluasi prioritas diri. Sehingga penting bagi kamu untuk bisa mengatur mana yang menjadi fokus dalam tujuan hidupmu.

Tidak semua tren di internet harus kamu ikuti pun tidak selamanya ketertinggalan itu buruk lo! Banyak momen dapat kita nikmati tanpa harus mengakses internet. Yuk, mulai hari ini, jadi pribadi yang bijak dalam bermedia sosial! (kya/nkh)