Peluncuran Buku Sejarah Islam di Kalimantan Timur, Abdunnur: Jadi Referensi Universitas KUUB

Peluncuran Buku Sejarah Islam di Kalimantan Timur, Abdunnur: Jadi Referensi Universitas KUUB

Sumber Gambar: Widya/Sketsa

SKETSA - Peluncuran dan Diskusi Buku Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik telah dilangsungkan pada Kamis (2/4) lalu, di Aula Perpustakaan Kota Samarinda. Peluncuran buku ini dihadiri langsung oleh penulis, yaitu Rektor Unmul, Abdunnur dan Muhammad Sarip yang merupakan Sejarawan Publik.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar peluncuran, tetapi juga diiringi sesi diskusi yang dihadiri beberapa panelis, seperti Inui Nurhikmah dari Ikatan Pustakawan Indonesia, KH Muhammad Rasyid selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur (Kaltim), dan Fajar Alam dari Tim Ahli Cagar Budaya Kaltim. 

Selain itu, panelis juga turut memberikan review diisi oleh Ira Fadia selaku Peneliti SIDEKA Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (Uinsi) Samarinda dan Ilham Saputra yang merupakan Mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Sesi diskusi dimoderatori langsung oleh Nur Suci Sirana, produser sekaligus penulis naskah dokumenter. 

Forum ini dilangsungkan secara egaliter. Tidak hanya para panelis, audiens juga bebas mengemukakan pendapat, kesan, serta kritik dan saran mereka terhadap buku tersebut. 

Isi dari buku tersebut mengulas perkembangan Islam selama 4,5 abad. Perjalanan bagaimana Islam masuk ke Kaltim hingga akhirnya diterima oleh masyarakat, tokoh-tokoh di dalamnya, dan perjalanan organisasi Islam di Kaltim. 

Abdunnur menyebut buku ini ditulis sebagai bekal untuk bisa memahami dan melanjutkan sejarah, sekaligus menjadi referensi sejarah Kaltim, baik secara nasional maupun global. 

“Ini juga bekal referensi umum bagi masyarakat, tidak hanya di Kaltim, tapi juga referensi nasional,” kata Abdunnur. 

Ia juga mengungkap bahwa buku tersebut akan menjadi persembahan dalam Konsortium Universiti Universitas Borneo (KUUB) yang pada tahun ini Unmul menjadi tuan rumah. KUUB sendiri merupakan forum internasional yang diikuti oleh universitas dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

“Tentu buku ini menjadi persembahan utama karena menjadi referensi dasar perkembangan Islam di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur,” tuturnya. 

Abdunnur melanjutkan, buku ini juga menjadi referensi perguruan tinggi yang tergabung dalam KUUB untuk mulai memahami sejarah perkembangan Islam di Kalimantan. 

Buku ini, dalam penyusunannya, banyak melibatkan pihak lain guna mendapat informasi, seperti Pusat Studi Lokal, Komunitas Bahari, juga banyak narasumber memiliki ikatan langsung dengan tokoh-tokoh yang dibahas di dalam buku. 

Muhammad Sarip selaku penulis yang sebelumnya juga telah menulis 14 buku sejarah ini turut menegaskan buku Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik ingin memberikan pesan kepada publik bahwa sejarah masa lampau bukan sekadar glorifikasi, tapi juga ada pelajaran. 

“Para figur zaman dahulu menghidupkan Islam untuk harmonisasi kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

Sarip juga menyebut, masukan-masukan dari diskusi akan menjadi catatan perbaikan untuk cetakan selanjutnya. 

“Komitmen kami untuk penyempurnaan buku ini. Launching ini kami gunakan untuk meminta masukan, sharing session,” tuturnya.

Buku tersebut ditulis menggunakan pendekatan historiografi populer dengan tujuan bisa menyasar masyarakat yang lebih luas, termasuk pembaca-pembaca muda dan diharapkan menjadi starting point untuk penulisan lebih lanjut Sejarah Islam di daerah Kaltim lainnya. (ner/aya)