Sumber Gambar: Roslan/Sketsa
SKETSA - Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bersinergi dengan Program Studi (Prodi) PGSD FKIP Unmul sukses menggelar kegiatan program kerja “Peduli Sesama dan Lingkungan” yang melibatkan mahasiswa, dosen, guru, siswa sekolah dasar, serta warga sekitar.
Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi nyata berupa pembersihan lingkungan dan penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan penghijauan lingkungan pada Minggu (24/5) lalu.
Program “Peduli Sesama dan Lingkungan” merupakan bentuk pengabdian dan aksi nyata mahasiswa PGSD dalam menanamkan kesadaran sosial serta kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori pendidikan di kelas, tetapi juga memberikan pengalaman langsung di lapangan melalui kegiatan penghijauan dan pembersihan lingkungan.
Wakil Ketua Umum Hima PGSD FKIP Unmul periode 2026, Delia menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan terhadap menurunnya kepedulian peserta didik terhadap lingkungan dan sesama.
“Kalau peduli terhadap lingkungan sudah timbul, mereka akan merasa berarti kalau satu masyarakat kena bencana ya kita juga kena bencana. Nah, itu yang mau kita tanamkan. Akhirnya timbullah PGSD peduli sesama dan lingkungan,” ujar Delia, Minggu (24/5).
Ia turut menambahkan bahwa program kerja tahun ini sengaja dibuat dengan konsep berbeda sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan peserta didik.
Kegiatan dihadiri oleh mahasiswa PGSD angkatan 2024 dan 2025, siswa kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 018 Samarinda Utara, dosen, guru sekolah, serta warga sekitar yang turut berpartisipasi dalam aksi penghijauan dan pembersihan lingkungan.
Antusiasme dari siswa terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat penanaman bibit pohon dilakukan bersama mahasiswa. Beberapa siswa tampak bermain lumpur sambil menanam pohon di area sekolah. Menurut siswa di sana, kegiatan menanam pohon juga bermanfaat untuk mengurangi banjir, pemanasan, dan membuat lingkungan menjadi lebih hijau.
Kepala SDN 018 Samarinda Utara, Siswarno turut bahagia serta mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa PGSD FKIP Unmul. Menurutnya, kegiatan penghijauan seperti ini memberikan manfaat besar bagi siswa maupun lingkungan sekitar sekolah.
“Dengan kegiatan ini kita bisa mengajari anak-anak bagaimana mencintai tempat tinggal dan alamnya supaya tetap segar. Bagi kami ini sangat bermanfaat, baik untuk anak-anak maupun masyarakat sekitar,” tuturnya saat ditemui awak Sketsa, Minggu (24/5).
Ia juga berharap kerja sama antara pihak sekolah dan mahasiswa PGSD dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya agar dampak penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami kegiatan seperti ini jangan hanya sampai di sini, tetapi bisa berkesinambungan dari tahun ke tahun supaya hasilnya juga bisa terlihat,” tambahnya.
Harapan serupa juga disampaikan warga sekitar yang menilai kegiatan penghijauan sangat penting mengingat kawasan tersebut merupakan daerah bekas tambang yang cenderung gersang.
“Kalau dari saya sendiri sudah bagus, apalagi daerah sini bekas tambang jadi penghijauan seperti ini cukup baik. Kalau bisa diadakan setiap tahun atau beberapa tahun sekali,” ungkap salah seorang warga sekitar, Minggu (24/5).
Warga tersebut juga menilai dampak dari penanaman pohon memang tidak dapat dirasakan secara langsung, tetapi akan memberikan manfaat positif bagi lingkungan di masa mendatang.
Para dosen yang turut hadir menilai kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Selain itu, kegiatan penanaman pohon juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim). (erh/nha/mou)