Tiga Program Spesialis Mulai Penerimaan Tahun Ini, Dekan FK: Nanti Tambah Urologi dan Ortopedi

Tiga Program Spesialis Mulai Penerimaan Tahun Ini, Dekan FK: Nanti Tambah Urologi dan Ortopedi

Sumber Gambar: Afdal Sketsa

SKETSA - FK Unmul dalam Launching Bersama dengan FK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Rabu (12/2) lalu di Gedung Masjaya, resmikan tiga program spesialis baru. Hal ini merupakan upaya percepatan pemenuhan dokter spesialis yang dicanangkan pemerintah pusat.

Baca: Launching Bersama FK Unmul dan ULM: Pemenuhan Dokter Spesialis Kalimantan, Tiga Program Spesialis Dibuka - Sketsa Universitas Mulawarman

Sebelumnya, Unmul telah membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah dan Paru. Kini, jumlah program spesialis bertambah menjadi lima dengan tambahan, diantaranya Spesialis Anestesiologi dan Terapi Insentif, Spesialis Obstetri dan Ginekologi, serta Spesialis Ilmu Penyakit Dalam. 

Dekan FK Unmul, Nathaniel Tandirogang menyebut pembukaan tiga program spesialis sekaligus ini merupakan upaya percepatan pemenuhan dokter spesialis yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek) untuk mengisi kekosongan dokter spesialis di beberapa wilayah. 

“Jadi dokter spesialis di beberapa daerah belum terpenuhi, sehingga diperintahkan seluruh universitas yang memiliki fakultas kedokteran untuk membuka program spesialis maupun subspesialis,” jelasnya kepada Sketsa, Kamis (13/2) lalu.

Penerimaan angkatan pertama untuk tiga program spesialis tersebut dimulai pertengahan tahun ini. Direncanakan, pelaksanaan paling cepat pada bulan Maret.

“Selambat-lambatnya Juni sampai Juli,” lanjut Nathaniel.

Jumlah penerimaan mahasiswa untuk putra-putri Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri sebanyak tiga hingga lima mahasiswa yang akan menjadi residen. Nathaniel menyebut, memprioritaskan putra-putri daerah yang akan kembali ke daerah masing-masing. 

“Dokter-dokter di kabupaten atau kota yang bertugas sejauh ini, akan diutus kabupaten atau kotanya melalui beasiswa afirmasi,” katanya. 

Nathaniel menyebut, apabila program ini berjalan dengan baik, maka akan ada pembukaan program spesialis lainnya untuk memfasilitasi mahasiswa Kaltim dalam mengenyam pendidikan dan memiliki kesempatan seperti mahasiswa luar Kalimantan dalam akses pendidikan spesialis. 

“Jadi ke depan kita akan tambah urologi dan mungkin ortopedi dan beberapa bagian lain,” tuturnya. 

Selain itu, Nathaniel berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga memberikan dukungan penuh melalui program beasiswa Gratispol. 

“Tadi disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) akan diberikan beasiswa Gratispol untuk PPDS yang akan kita buka ini.” 

Terkait program beasiswa Gratispol tersebut, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud turut memberikan penjelasan dalam dialog terbuka bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), pada Senin (23/2) lalu. 

Rudy memaparkan batasan biaya yang bisa di-cover Gratispol. Ia menyebut, kedokteran dianggarkan Rp15 juta dari Rp25 juta. 

Sementara sisa anggaran juga dialihkan ke FK karena Pemprov menilai, Kaltim masih kekurangan Tenaga Kesehatan (Nakes) sehingga harus benar-benar di-support secara anggaran. Namun, tidak bisa di-cover secara keseluruhan. 

“Wajib kita berikan supporting, tapi tidak bisa semua karena aturan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak mengizinkan, jadi maksimum Rp15 juta saja,” paparnya. (ner/apn/wil/aya)