Dua Kali Plafon Roboh, BEM Farmasi Kawal Komitmen Perbaikan Fakultas

Dua Kali Plafon Roboh, BEM Farmasi Kawal Komitmen Perbaikan Fakultas

Sumber Gambar: Instagram/farmasi_unmul

SKETSA Pasca insiden plafon roboh di Selasar Laboratorium Farmakologi Lantai 3 Fakultas Farmasi, Jumat (13/2) lalu, BEM Farmasi gelar audiensi bersama Dekanat Farmasi. Pasalnya, insiden ini kali kedua, sebelumnya plafon juga roboh di dalam ruangan yang sedang digunakan mahasiswa, Sabtu (22/11/2025) silam.

Menurut keterangan Satuan Pengamanan (Satpam) yang bertugas di area Fakultas Farmasi, insiden tersebut diduga akibat air hujan yang bocor mengenai atap. Sementara itu, sebelumnya terjadi karena air AC yang meresap ke plafon.

Berdasarkan keterangan unggahan Press Release Klarifikasi yang dikeluarkan oleh BEM Farmasi pada Selasa (24/2) lalu, telah dilakukan inspeksi menyeluruh pasca kejadian pertama dan gedung layak digunakan kembali. 

Gedung yang sempat terbengkalai tersebut diselesaikan melalui hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sebelum diserahkan ke fakultas, insiden roboh juga sempat terjadi saat proyek masih berlangsung. Namun, ditangani langsung oleh penyedia proyek.

Sementara itu, pihak Fakultas Farmasi melalui unggahan Instagram pada Selasa (24/2) lalu, menyampaikan bahwa perbaikan dimulai pada akhir pekan saat tidak ada aktivitas mahasiswa. 

Pihak fakultas juga memaparkan, fokus perbaikan adalah mengganti plafon dengan material PVC agar lebih tahan terhadap rembesan air hujan. Perbaikan juga difokuskan pada titik-titik rawan rembesan air hujan. 

“Hasil progres perbaikan akan disampaikan berkala kepada mahasiswa melalui jalur komunikasi resmi dan grup koordinasi.”

Terkait pemeliharaan gedung, dijelaskan pula mekanisme pengelolaan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang harus mengikuti teknis keuangan negara berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Sehingga fakultas tidak bisa mengelola dana secara langsung untuk pemeliharaan gedung,” tulis pihak fakultas dalam unggahan tersebut.

Gubernur BEM Farmasi, Muhammad Arif Novriyan Nur menyebut pihak fakultas mulai melakukan perbaikan dan evaluasi bahan penggunaan gedung. Sebelumnya, pihaknya memang meminta audiensi untuk mendengar penjelasan terkait insiden berulang tersebut.

“Kami ingin mengetahui apa penyebabnya, bagaimana mekanismenya, dan apa langkah konkret yang akan dilakukan agar kejadian ini tidak terulang,” ujarnya kepada Sketsa, Rabu (25/2) lalu.

BEM Farmasi juga membawa sejumlah aspirasi mahasiswa. Poin utama yang disampaikan adalah kejelasan sumber permasalahan, transparansi anggaran perbaikan, serta jaminan keselamatan mahasiswa selama proses perkuliahan berlangsung.

Perbaikan sendiri sudah mulai dijalankan. Plafon lantai satu dikonfirmasi telah selesai diperbaiki, sementara lantai dua dan tiga ditargetkan rampung maksimal dua minggu. Arief menegaskan, BEM Farmasi akan terus mengawal proses tersebut.

“Kalau dalam dua minggu belum terealisasi, kami akan meminta kembali kejelasan terkait hambatan dan alasannya,” tegasnya.

Arief turut mengapresiasi keterbukaan fakultas dalam menyediakan ruang dialog melalui audiensi. Meski demikian, mereka menegaskan pengawasan akan tetap dilakukan demi memastikan keselamatan mahasiswa.

“Kami tidak ingin sampai ada korban, keselamatan mahasiswa adalah prioritas. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutup Arief. (tsr/apn/aya)