Dies Natalis Unmul ke-60 Tahun: Rapat Senat Terbuka hingga Kartu Kuning dari Mahasiswa

Dies Natalis Unmul ke-60 Tahun: Rapat Senat Terbuka hingga Kartu Kuning dari Mahasiswa

Sumber gambar: Sari/Sketsa

SKETSA — Masih dalam rangkaian agenda Dies Natalis Unmul yang ke enam puluh tahun, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar hadir secara khusus dalam acara Rapat Senat Terbuka, Selasa (27/9) kemarin. Bertempat di gelanggang olahraga (GOR) 27 September, Orasi Ilmiah kali ini mengangkat tajuk Membangun Hutan Tropika Basah Kalimantan Timur Modalitas Menuju Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Dari pantauan awak Sketsa, acara pagi itu tak hanya dihadiri oleh segenap anggota senat dan civitas academica Unmul. Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor beserta perwakilan dari instansi pemerintah maupun mitra Unmul turut hadir.

Mengawali kegiatan, sejumlah lagu seperti Indonesia Raya, Himne Unmul, hingga Mengheningkan Cipta turut berkumandang sebelum pembacaan doa berlangsung. Selanjutnya, Irwan Gani selaku Ketua Senat Unmul secara resmi membuka acara hari itu.

Rektor Unmul, Masjaya dalam sambutannya sempat menyampaikan beberapa kemajuan yang dicapai Unmul beberapa tahun terakhir. Salah satunya terkait peringkat Unmul yang kian melesat sejak 2013 versi Liga PTN BLU, Webometrics, serta 4ICU/Unirank.

“Alhamdulillah selalu mengalami peningkatan sampai saat ini baik dari sisi liga BLU, Webometrics, maupun Unirank menjadi penilai perangkingan Unmul,” tutur Masjaya.

Tak berhenti sampai di situ, orang nomor satu di Kalimantan Timur, Isran Noor juga berikan sambutannya. Di kesempatan tersebut, dirinya mengapresiasi kinerja Unmul yang secara konsisten berkontribusi dalam pembangunan di provinsi yang ditunjuk sebagai IKN.

“Oleh sebab itu saya merasa bangga dan bahagia kita di kondisi seperti ini kita adalah sebuah modal besar dalam membangun negara dan mendukung pemerintah untuk pengembangan dan mewujudkan ibu kota negara yang baru,” ucap Isran yang saat ini sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul.

Memasuki sesi orasi ilmiah, Siti Nurbaya Bakar menegaskan dalam menjawab tantangan global sebagaimana yang dinyatakan Nationally Determined Contribution (NDC) diperlukan langkah-langkah terobosan, inovasi, dan kolaborasi upaya untuk percepatan implementasi aksi iklim. Utamanya di sektor kehutanan dan penggunaan lahan terkhusus pertanian. 

Indonesia’s Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030, menyasar tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2 ekuivalen pada tahun 2030,” terang Siti Nurbaya.

Lebih lanjut ia menambahkan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, menggunakan modalitas kerja atas tiga dasar pijakan utama. Di antaranya, Sustainable Forest ManagementEnvironmental Governance, dan Carbon Governance

Dalam penyampaiannya dirinya juga menjawab keresahan masyarakat terkait keberlangsungan lingkungan di tengah pembangunan IKN. Menurut penuturannya, kehadiran IKN justru akan memberikan dampak positif bagi upaya pengendalian perubahan iklim di Kalimantan Timur.

Dengan mengaplikasikan konsep Forest City, nantinya di wilayah IKN setidaknya akan dilaksanakan aksi rehabilitasi non-rotasi, yang akan menghadirkan kembali hutan tropika basah seluas sekitar 58.879 hektar. 

Ini digadang-gadang berpotensi menurunkan emisi sebesar 12,9 juta ton CO2 ekuivalen untuk periode 5 tahun mendatang. Dengan kata lain, memiliki potensi menurunkan emisi sebesar 36,5 juta ton CO2 ekuivalen, untuk periode 20 tahun mendatang.

“Pembangunan Persemaian Mentawir telah dilaksanakan Kementerian LHK secara bersinergi dengan Kementerian PUPR serta pihak swasta dalam format Public Private Partnership di lahan 120 hektar dengan sarana utama persemaian seluas 22-23 hektar untuk memproduksi bibit kurang lebih 15 juta batang pertahun,” jelas Siti Nurbaya.

Usai menyimak orasi ilmiah, susunan acara bergeser pada penyerahan penghargaan kepada beberapa kategori spesial. Di antaranya, Tokoh Masyarakat Berjasa, Alumni Berdedikasi, Dosen dan Tenaga Kependidikan Berprestasi, dan Mahasiswa Berprestasi.

Di sela kegiatan, Sketsa berkesempatan berbincang dengan salah satu mahasiswa berprestasi. Gaby Cornellia, mahasiswi semester tiga asal FISIP.

“Sebenarnya saya kan bertim ya, untuk memenangkan lomba tingkat nasional saya senang, juga bisa tambah ilmu dan juga tambah relasi dengan teman-teman universitas se-Indonesia,” antusiasnya.

Diungkapkan bahwa kategori hadiah terbagi jadi dua. Pertama, mahasiswa khusus KIP-K yang memperoleh hadiah uang tunai senilai 2 juta rupiah. Sedangkan untuk mahasiswa berprestasi memperoleh pemotongan UKT.

Kartu Kuning dari Mahasiswa


Selain rangkaian acara tersebut, Dies Natalis juga diramaikan dengan aksi sejumlah mahasiswa yang mengangkat kartu kuning terhadap Menteri LHK dan Gubernur Kalimantan Timur. Aksi ini dilakukan tepat setelah Siti Nurbaya Bakar menyampaikan orasi ilmiah.

Mahasiswa yang diketahui tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman ini terdiri dari perwakilan beberapa BEM setingkat fakultas seperti Faperta, FIB, FKIP, FISIP dan FEB. Aksi ini menyoroti pekerjaan rumah yang belum rampung, utamanya galian bekas tambang yang hingga kini telah menelan puluhan korban jiwa.

Sebagaimana yang dilansir pada laman Kaltimtoday.co, dalam artikel berjudul Lubang Tambang Tak Kunjung Ditutup, Mahasiswa Unmul Beri Kartu Kuning ke Menteri LHK dan Gubernur Kaltim. Aqwam Naufal Fadlullah selaku Juru Bicara Aliansi Garuda Mulawarman mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk lebih serius merevitalisasi lahan bekas tambang di Kalimantan Timur dan mengembalikannya menjadi lahan pertanian dan kehutanan.

“Kami juga mencatat berdasarkan data Jatam ada 149 lubang bekas tambang di kawasan IKN yang belum ditutup. Jangan sampai nanti ditutup dengan menggunakan kas negara, padahal itu tanggung jawab perusahaan.” (sar/nkh/ems)