Warisan Budaya Kalimantan: Daun Bekai Sebagai Bio-Vetsin
Daun bekai sebagai alternatif vetsin yang lebih sehat
Sumber Gambar: Universitas Medan Area
SKETSA – Vetsin atau lebih dikenal dengan sebutan micin adalah salah satu bumbu dapur yang digunakan untuk menguatkan cita rasa masakan. Vetsin lazim ditemui dalam bentuk bubuk dan dijual dalam kemasan saset siap pakai.
Tahukah Anda bahwa di Pulau Kalimantan, terdapat vetsin alami yang digunakan secara turun temurun?
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat biodiversitasnya yang tinggi sehingga dijuluki sebagai negara dengan mega-biodiversity. Lebih dari itu, Indonesia juga memiliki banyak tumbuhan dengan potensi sebagai rempah-rempah dan herba.
Beberapa rempah dan herba yang telah lama digunakan sebagai bumbu masakan adalah jahe dan lengkuas. Jahe telah digunakan secara luas di seluruh dunia sebagai rempah. Sedangkan, akar lengkuas dipakai sebagai rempah dan perisa, serta daun dan bunganya sebagai sayuran.
Monosodium Glutamat (MSG) atau secara umum dikenal sebagai vetsin adalah penguat rasa dan dapat memberikan rasa umami terhadap makanan. Secara kimia, MSG berasal dari asam glutamat dan merupakan bentuk garam natriumnya.
Melansir Ajinomoto, MSG merupakan produk hasil fermentasi bahan alami seperti jagung, tebu, molase, atau sebagainya. Fermentasi ini menghasilkan asam glutamat yang kemudian diberikan Natrium Hidroksida (NaOH).
Campuran asam glutamat dan natrium hidroksida kemudian disaring dan mendapatkan perlakuan dekolorisasi untuk menghilangkan warnanya. Setelah proses dilakukan, campuran tersebut dimurnikan lalu dijual sebagai vetsin.
Di Indonesia terdapat banyak tumbuhan yang berpotensi sebagai agen perasa alami dan sebagai pengganti MSG. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun bekai (Pycnarrhena tumefacta).
Secara etnobotani, daun bekai telah lama digunakan oleh masyarakat suku Dayak, terutama di daerah Kalimantan Utara, seperti Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau. Di sana, daun bekai telah dimanfaatkan secara turun temurun sebagai perasa pengganti vetsin dan pelembut tekstur daging.
Berdasarkan penelitian yang diunggah dalam Indonesian Journal of Forestry Research pada 2020, ditemukan bahwa daun bekai mengandung antioksidan dari golongan tanin, alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid.
Lebih dari itu, pada penelitian yang sama, ditemukan bahwa sup daun bekai mampu mengungguli sup yang diberi vetsin dan sup kontrol. Sehingga dapat disimpulkan, daun bekai berpotensi menjadi alternatif vetsin yang lebih sehat.
Setelah mengetahui manfaat daun bekai sebagai bio-vetsin dan alternatif vetsin, siap kah mencoba menambahkan daun bekai dalam masakan Anda? (ymp/aya)