logo logo

Suara Kritis & Edukatif Mahasiswa

Universitas Mulawarman

Kontak Redaksi LPM SKETSA

Call: +6285159630227

sketsaunmul@gmail.com
Lifestyle

Notifikasi Pesan Membuat Kamu Cemas? Itu Tanda Notification Anxiety

Kenali gejala notification anxiety penyebab kecemasan

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Ilustrasi: Pexels

SKETSA - Apa kamu sering merasa cemas ketika menerima notifikasi dari seseorang? Seperti ketika kamu menerima pesan dari kerabat, lalu kamu merasa takut akan dianggap slow response. Jika iya, hal ini perlu kamu waspadai. Sebab kemungkinan besar, kamu mengalami Notification Anxiety.

Notification anxiety merupakan keadaan di mana seseorang merasa cemas, takut ataupun panik ketika mendapat notifikasi pesan melalui ponsel atau gawai lainnya. Perasaan ini biasanya muncul kala notifikasi masuk dari media sosial mana pun.

Notifikasi dari media sosial tersebut bisa berupa apa saja. Mulai dari SMS, email, WhatsApp atau DM di Instagram. Komunikasi melalui media sosial tersebut akan mendorong seseorang mengaburkan batas waktu mereka, akhirnya merasa cemas dianggap slow response serta tidak segera membalas pesan.

Melihat pada saat ini kebanyakan aktivitas dilakukan secara daring terutama selama pandemi, mengharuskan kita untuk berjejaring sehingga menuntut orang-orang untuk berada dekat dengan gawainya, terutama ponsel. Komunikasi yang terjalin secara daring inilah yang dapat memunculkan notification anxiety. 

Dilansir dari laman Halodoc, seorang Mindset & Marketing Coach Isabella Venour, menyebutkan bahwa tidak seperti percakapan tatap muka, berkomunikasi secara digital sering kali tidak bisa menunjukkan dengan jelas bagaimana seseorang diharapkan untuk berperilaku. Sebut seperti seberapa sering seseorang berkomentar, menjawab dengan cukup cepat, ataupun ketika kamu tidak bisa mendengar nada suara seseorang, dan melihat ekspresi wajah atau bahasa tubuhnya, maka hal tersebut bisa menyebabkan salah tafsir.

Disadari atau tidak, adanya notification anxiety membuat kita terus cemas akan notifikasi yang kita dengar maupun lihat tanpa mengetahui isi pesan terlebih dahulu. Takut dan cemas sebab meningkatnya jumlah pesan yang belum sempat terbaca, karena memikirkan ketertinggalan kita terhadap suatu pembahasan penting, kerap berujung pada perasaan cemas dan merasa kehilangan akan suatu hal (fear of missing out).

Kecemasan yang dialami tentunya tidak muncul begitu saja, melainkan dapat dipicu oleh berbagai faktor. Kamu merasa cemas ketika menerima pesan dari seseorang dan berpikir bahwa kamu telah melakukan kesalahan kepadanya. Tidak hanya itu, perasaan cemas juga dapat dirasakan ketika menerima pesan dari dosen atau pihak lain, yang memberitahu bahwa kamu gagal dalam tugas maupun notifikasi berisi surat penolakan dari suatu pekerjaan yang kamu lamar.

Namun, hal itu tentu punya solusinya. Berikut  Sketsa rangkum tips yang dapat kamu lakukan untuk menghindari perasaan cemas saat menerima notifikasi.

Gunakan fitur ‘Jangan Ganggu’

Fitur ini memudahkan kamu untuk mengatur notifikasi pada ponsel, seperti memilah siapa saja yang dapat menghubungi kamu saat fitur ini diaktifkan.

Nonaktifkan notifikasi untuk aplikasi tertentu

Notifikasi yang terus-terusan masuk, tentu berdampak pada aktivitas yang dilakukan. Dengan mematikan notifikasi pada suatu aplikasi, kamu dapat menjadi lebih fokus dalam bekerja karena tidak perlu mengecek ponsel setiap saat. 

Mengatur batas waktu pemakaian aplikasi

Kamu akan memiliki lebih banyak kontrol atas penggunaan aplikasi ponsel dan media sosial. Selain itu, membatasi waktu pemakaian aplikasi juga mampu menenangkan pikiranmu dan lebih produktif untuk hal-hal yang ada di sekitarmu.

Kecemasan yang dialami akibat notifikasi yang terus-terusan masuk hanya dapat menghambat dalam melakukan pekerjaan. Jangan membuat dirimu stres hanya karena merasa memiliki kewajiban untuk membalas pesan dengan segera. Jadi, tetaplah fokus dan berhenti untuk terpaku pada ponselmu, ya! (cal/jhr/nkh)



Kolom Komentar

Share this article