logo logo

Suara Kritis & Edukatif Mahasiswa

Universitas Mulawarman

Kontak Redaksi LPM SKETSA

Call: +6285159630227

sketsaunmul@gmail.com
Lifestyle

Hoarding Disorder: Kebiasaan Buruk Menumpuk Barang Tak Berguna di Rumah

Mengenal hoarding disorder, kebiasaan menumpuk barang tak terpakai.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Project Family (Motoyuki Daifu)

SKETSA – Pernahkah kamu mengalami kesulitan ketika harus membuang barang yang sudah tak terpakai? Lantas, kamu malah menimbunnya di dalam rumah hingga penuh dan berserakan?

Nah, perilaku tersebut sering kali menjadi permasalahan harian dalam kehidupan kita. Utamanya ketika jadwal bersih-bersih rumah telah tiba. Tanpa disadari, di setiap sudut rumah kamu melihat barang-barang yang menumpuk entah sejak kapan. Baik dirimu maupun keluarga, tentu saja memiliki kemungkinan untuk melakukannya.

Perilaku ini disebut Hoarding Disorder, alias menimbun atau menyimpan item-item yang sudah tidak digunakan dan membiarkannya dengan alasan memiliki nilai histori yang berarti atau masih akan berguna di kemudian hari. Biasanya, mereka yang mengalami ini akan menaruh barang-barang secara sembarangan. Entah barang yang bisa saja masih berguna bahkan yang tak terawat, semuanya tertumpuk di mana-mana.

Melansir dari Alodokter, ada beragam penyebab dari Hoarding Disorder ini. Contohnya, seseorang mungkin pernah mengalami peristiwa traumatis (ditinggalkan oleh orang yang dicintai), mendapatkan musibah atau memiliki anggota keluarga yang juga menderita Hoarding Disorder.

Sementara itu, ada banyak perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang dengan gangguan ini. Selain sulit untuk membuang barang tidak terpakai, mereka juga cenderung marah bahkan sedih jika barang-barang timbunannya itu dibersihkan atau dibuang. Maka tak jarang, seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami Hoarding Disorder. Rentang usia remaja hingga paruh baya dapat mengalami hal tersebut.

Terus, gimana dong cara mencegahnya?

Cobalah untuk memilah dan memutuskan, barang mana yang harus kamu buang dan simpan. Kunci utamanya, kamu memerlukan kesadaran diri dalam memahami hal-hal yang memang dibutuhkan. Tak hanya itu, pikirkan pula aspek kenyamanan dari tempat tinggalmu.

Apabila kamu merasa bahwa kebiasaan buruk ini sulit untuk dikurang, ada beberapa alternatif yang dapat dicoba. Misalnya dengan melakukan meditasi secara rutin dan teratur atau mengendalikan rasa cemas dengan relaksasi. Kegiatan ini berguna untuk membantumu lebih bijak dalam mengambil keputusan soal tumpukan barangmu.

Jangan sampai, kebiasaaan menimbun barang tak berguna membuat tempat tinggal kita menjadi berantakan, pengap bahkan berdampak negatif terhadap kesehatan. Simpanlah yang benar-benar dibutuhkan, karena ruang gerak sehari-hari haruslah bebas dan nyaman. Toh, hal tersebut juga memudahkan kamu dalam menjalankan aktivitas. Dengan tips di atas, semoga dapat membantumu untuk mengatasi perilaku ini, ya. (str/len)



Kolom Komentar

Share this article