logo logo

Suara Kritis & Edukatif Mahasiswa

Universitas Mulawarman

Kontak Redaksi LPM SKETSA

Call: +6285159630227

sketsaunmul@gmail.com
Hiburan

Serba-Serbi Keunikan dalam Film Coming of Age

Rekomendasi film coming of age.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: BuzzFeed

SKETSA – Sebagai manusia, sudah tentu kita mengalami berbagai fase dalam kehidupan. Termasuk ketika mengalami masa-masa peralihan menuju dewasa. Potret transisi tersebut juga dihadirkan para sineas dalam berbagai karya mereka. Ini dikenal dengan genre coming of age, di mana plot yang digunakan menampilkan beragam drama dan peristiwa dari perjalanan hidup karakter utamanya.

Coming of age tak selalu terbatas dengan rentang usia pada umumnya, seperti anak-anak menuju remaja atau peralihan remaja ke umur dewasa. Selama terjadi transisi atau perubahan signifikan pada penampilan fisik, pola pikir hingga segi sosial, maka termasuk dalam genre ini. Oleh sebab itu, sudut pandang yang digunakan sering kali dekat dengan aktivitas nyata yang terjadi di masyarakat.

Kali ini, Sketsa ingin membagikan beberapa film bergenre coming of age yang unik dan beragam. Selain menjadi hiburan, kamu juga dapat mengambil beberapa pesan di dalamnya. Simak daftarnya berikut ini!

The Breakfast Club – 1985

Jika berbicara tentang coming of age, maka film yang satu ini sudah tentu harus masuk dalam daftarnya. Sebagai film remaja ikonik sepanjang masa, The Breakfast Club membawa kita kepada lima siswa dengan latar belakang yang amat berbeda satu sama lain. Kelimanya bertemu dalam “jam tambahan” di sekolah pada hari libur atas kenakalan serta ulah mereka masing-masing. Sejak pertemuan ini, cara mereka memandang hidup tak pernah sama lagi. The Breakfast Club mengangkat isu-isu sosial di mana para orang tua memaksakan anak-anaknya untuk jadi seperti yang mereka inginkan, sistem sekolah yang mengkotak-kotakkan status sampai persoalan-persoalan antar golongan siswa.

Petualangan Sherina – 2000

Kita pasti setidaknya pernah menonton film legendaris ini barang sekali. Melalui duet Riri Riza dan Mira Lesmana, Petualangan Sherina menjadi salah satu karya yang manis dan akan selalu diingat penggemarnya. Mengisahkan tentang Sherina, seorang anak perempuan yang sedih karena harus pindah rumah. Ayahnya yang mendapatkan pekerjaan di Bandung, membuatnya terpisah dari teman-temannya di Jakarta. Dirinya semakin sebal lantaran terus diganggu oleh salah satu anak di sekolah yang bernama Sadam. Suatu hari ketika mereka sedang berselisih dalam perjalanan menuju laboratorium astronomi Boscha, keduanya diculik oleh orang suruhan Kertajasa yang tak lain adalah “saingan” ayah Sadam. Mau tak mau, Sherina dan Sadam harus bekerja sama untuk melepaskan diri dari penculikan ini.

Nobody Knows – 2004

Siap-siap ikut terharu, sedih dan hanyut bersama kisah empat bersaudara Akira, Kyoko, Shigeru dan Yuki. Melalui tangan dingin sutradara kondang Jepang, Hirokazu Koreeda, potret perih dari sebuah keluarga disajikan dengan indah melalui narasi yang kuat. Nobody Knows menuntun kita dalam rutinitas sehari-hari keempat bersaudara tersebut―yang hidup berpindah-pindah bersama ibu mereka. Dalam hal ini, hanya Akira yang diperkenalkan sebagai “anak” pada penghuni apartemen atau pemilik bangunan. Sementara ketiga saudaranya “disembunyikan” agar tak diketahui siapapun. Mereka semua memiliki ayah yang berbeda. Miris, baik Akira dan yang lainnya sama-sama tak sekolah atau bermain di luar. Sang ibu juga sering meninggalkan rumah untuk bekerja. Karena keadaan tersebut, mereka tumbuh dan berkembang atas persamaan nasib.

Laskar Pelangi – 2008

Memang benar jika bermimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Sama halnya dengan para siswa SD Muhammadiyah di desa Belitung dalam Laskar Pelangi. Dililit kemiskinan tak membuat mereka putus asa dalam memperbaiki kehidupan. Ada Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Syahdan, Borek, Sahara, Kucai, Trepani dan Harun. Dengan berbagai kemampuan mereka, masing-masing saling mendukung dan menguatkan. Tatkala sekolah terancam ditutup sampai masalah hidup lainnya. Diadaptasi dari novel best-seller milik Andrea Hirata, sejatinya Laksar Pelangi membawa pesan-pesan positif tentang perjuangan meraih mimpi dengan memperkuat ikatan satu dengan yang lain.

The Case of Hana and Alice – 2015

Tak dapat dipungkiri jika karya-karya milik Shunji Iwai memiliki ciri khas yang unik dan tidak biasa. Menggunakan teknik penggambaran dengan grafis yang tak umum ditemukan dalam anime kebanyakan, The Case of Hana and Alice membawa karakter yang indah dan menonjol. Sebagai prekuel dari film Hana and Alice yang tayang 2004 silam, kita akan menjumpai kisah awal pertemuan kedua gadis ini sebelum menjadi sahabat dan punya gebetan yang sama. Sebagai murid pindahan, Tetsuko Arisugawa―alias Alice menemukan bahwa ia terjebak dalam keadaan yang aneh dan janggal. Mulai dari tetangganya yang diam-diam suka mengintip lewat jendela sampai diganggu sekelas karena duduk di kursi yang sebelumnya dimiliki oleh siswa yang diduga “meninggal karena diracuni”. Sampai ketika ia berjumpa dengan Hana untuk pertama kalinya, satu per satu kebenaran mulai terungkap. Jangan takut merasa bosan, sebab scoring serta plot yang dibangun sangat cocok dan nyaman untuk disaksikan.

Lady Bird - 2017

Tiga kata untuk film ini: cerdas, nyata, on point. Siapapun yang menonton ini, pasti bakal kangen dengan masa remaja yang penuh keingintahuan juga pemberontakan. Hal tersebut dialami oleh Christine, seorang gadis yang memiliki julukan Lady Bird. Sebagai remaja pada umumnya, ia juga turut mencari jati dirinya. Secepat mungkin, ia ingin keluar dari kampung halaman untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tak hanya konflik dalam pertemanan dan asmara, kita akan disuguhkan hubungan unik antara Christine dan ibunya. Di mana mereka saling adu ego―antara remaja cewek yang impulsif sekaligus rapuh dan seorang ibu yang overprotektif. Dialog segar dan akting yang oke dari setiap pemain membuat kita betah menontonnya.

Itulah rekomendasi film coming of age dari Sketsa untuk kamu saksikan. Semoga tayangan ini dapat membuka pikiran kita tentang pentingnya pertumbuhan serta fase pendewasaan dalam hidup kita. Sebab apapun yang kita hadapi, selalu ada hikmah yang berbuah pengalaman untuk kita jadikan pelajaran. (len/rst)



Kolom Komentar

Share this article