Wajah Baru Rusunawa Unmul

Wajah Baru Rusunawa Unmul

SKETSA – Sebagai mahasiswa Unmul, tahukah kamu bahwa Unmul menyediakan tempat tinggal yang relatif terjangkau untuk mahasiswa? Ialah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang terletak di sebelah Lapangan Sepak bola Kusetra, Kompleks Gunung Kelua.

Awalnya, Rusunawa ini merupakan aset Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) yang kemudian diserahkan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hingga akhirnya pada 2016 dilakukan serah terima dari Kemenristekdikti langsung ke Unmul.

Pada 15 Mei 2018, Unmul menandatangani kontrak kerjasama antara PT. Mitra Tiga Barokah sebagai pihak ketiga dalam pengelolaan Rusunawa selama 10 tahun, dengan pembagian keuntungan 60 persen untuk pihak ketiga dan 40 persen untuk kas Unmul.

Rusunawa yang memiliki empat lantai ini dihuni oleh 130 mahasiswi Unmul yang datang dari berbagai macam fakultas dan hanya disewakan untuk mahasiswi. Husni Thamrin selaku pengelola Rusunawa ini menuturkan ada beberapa perbaikan yang dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

“Banyak perubahan (pembenahan) yang kami lakukan. Terutama kamar mandi dan pengadaan air bersih,” ungkap Husni saat diwawancarai Sketsa (26/9) lalu.

Dalam laporan keuangan periode Mei hingga Juli, pihak ketiga telah menginvestasikan dana untuk merenovasi bangunan empat lantai ini sebesar 150 juta. Adapun renovasi yang dilakukan seperti perbaikan kamar mandi dan pengadaan sumur yang telah dilengkapi filter.

Kamar yang berukuran 3,5 meter x 4 meter memiliki tarif 300 ribu per orang, dengan kapasitas maksimal empat orang per kamar. Dan difasilitasi kipas angin, kasur dan lain-lain.

“Kalau sendiri (per kamar) paling murah 1 juta, kalau berdua bisa sampe 500 ribu, kalau berempat 300 ribu,” ujar Alumni FMIPA Unmul tersebut.

Terkait dengan berbagai renovasi yang sudah dilakukan, Thamrin menuturkan bahwa sangat banyak benefit yang bisa didapatkan mahasiswa Unmul jika tinggal di rusunawa tersebut.

“Sebenarnya teman-teman mahasiswa rugi jika tidak tinggal di sini. Kami sudah menyediakan Wi-Fi, keamanan 24 jam, kebersihan, dapur umum. Dan yang terpenting kami menyediakan berbagai pelatihan seperti pelatihan keagaaman dan juga kewirausahaan,” imbuh Husni.

Selama beberapa tahun belakangan, pihak ketiga selaku pengelola dan pihak yang dipercayakan untuk membenahi Rusunawa ini terus melakukan pembaharuan guna menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dalam kontrak. Hal ini tentu ditujukan untuk semua kenyamanan penghuni.

Thamrin yang juga ikut memantau kelangsungan Rusunawa ini mengatakan bahwa saat in mereka masih terus melakukan pembenahan termasuk dengan rencana penambahan kantin.

“Untuk sekarang kantin belum ada, baru akan di buat,” pungkasnya. (erp/sut/adl)