Unmul Mengasuh Tujuh PTS untuk Meningkatkan Mutu

Unmul Mengasuh Tujuh PTS untuk Meningkatkan Mutu

SKETSA - Sebanyak tujuh perguruan tinggi swasta (PTS) mengikuti kegiatan yang dituanrumahi oleh Unmul. Kegiatan ini berisikan program asuh perguruan tinggi unggul. Ini juga merupakan fokus dari Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu suatu perguruan tinggi.

Unmul yang setahun silam telah memperoleh akreditasi A, ditunjuk sebagai “pengasuh” yang akan membina perguruan tinggi berakreditasi C untuk memperbaiki mutu. Bertempat di Grand Ballroom Hotel Bumi Senyiur lantai II, kegiatan itu dilaksanakan dari 4-8 Juni.

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Unmul (LP3M) didaulat untuk menggagas kegiatan ini. Muatan di dalamnya akan berisi “lokakarya penguatan implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan magang untuk penguatan kapasitas institusi”. Ketua LP3M, Agus Sulistyo Budi menerangkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja, tetapi juga akan tetap ada pendampingan dalam teknis pelaksanaan.

Sebelum akhirnya diizinkan untuk menggelar acara ini, Unmul telah lebih dulu mengirim proposal ke Kemenristekdikti. Data dari kementerian itu menyebut ada 36 proposal dari berbagai universitas di Indonesia yang mengajukan kesediaan untuk melaksanaan program asuh bagi universitas. Namun hanya ada 29 proposal yang dinyatakan lolos dan Unmul termasuk di dalamnya.

PTS yang terlibat dalam program asuh ini antara lain Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Kalimantan Utara, Politeknik Malinau, Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur, Sekolah Tinggi Pertanian Berau, Sekolah Tinggi Manajemen Indonesia Samarinda, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Samarinda.

Institusi yang terpilih dalam program asuh ini juga tidak sembarangan. Setidaknya perlu memenuhi beberapa syarat. Di antaranya perguruan tinggi bersangkutan berada di bawah naungan Kemenristekdikti, berakreditasi B atau C, berada dalam klaster 3 dan 4, tidak sedang bermasalah atau mendapat sanksi, tidak sedang mengajukan sebagai badan hukum, serta tidak mempunyai masalah hukum di internalnya.

Agenda ini turut dihadari segenap pejabat Unmul, Gugus Jaminan Mutu Fakultas, narasumber dari LP3M, serta para rektor dari peserta perguruan tinggi asuh. Kegiatan yang dibuka sejak Senin itu dibuka dengan pembacaan naskah deklarasi budaya penjaminan mutu yang dipimpin oleh Rektor Unmul, Masjaya diikuti oleh para peserta. Serta penandatanganan kerja sama oleh Unmul dan PTS peserta perguruan tinggi asuh.

Masjaya menyampaikan agenda ini merupakan salah satu proses yang panjang dan baru pertama kali dihelat.

“Tergantung dari hasil, ini nanti dievaluasi, ini kan program pemerintah. Kalau kita berhasil memberikan pembinaan asuh, maka saya pikir ini akan jalan terus,” katanya kepada Sketsa. (wal/syl/adl)