Berita Kampus

Uang Saku Program MSIB Kampus Merdeka: Keterlambatan Pencairan hingga Hadirnya Petisi

Polemik keterlambatan uang saku program Magang dan Studi Independen Kampus Merdeka.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

SKETSA - Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu program Kampus Merdeka yang digandrungi mahasiswa. Program ini menghadirkan benefit uang saku kepada peserta untuk menyokong biaya hidup mereka selama menjalani program. 

Kendati demikian, pemberian uang saku MSIB terpantau mengalami keterlambatan. Faktor yang menjadi alasan cukup beragam, dari perbaikan data peserta, penyelarasan periode MSIB, hingga belum dilengkapinya logbook. Akhirnya muncul petisi dengan judul "Tolong Realisasikan Uang Saku Peserta Magang & Studi Independen Kampus Merdeka Angkatan-1" yang berseliweran di media sosial seperti Twitter.

Dihubungi oleh Sketsa, Sabtu (6/11) lalu, Rumintang Marsella mahasiswi FEB 2018, yang sedang menempuh Studi Independen dengan mitra industri Microsoft Indonesia menjadi salah satu peserta MSIB yang merasakan keterlambatan uang saku. "Iya, kemarin aku jadi salah satu mahasiswa yang uang sakunya terlambat dicairkan," ungkapnya. 

"Karena dalam pencairan dana tersebut pun, terdapat urutan pengelompokkan mitra industri yang sudah ditetapkan kapan giliran pencairannya," lanjut Marsella.

Tahapan sistem pemberian uang saku MSIB diketahui dimulai dari mentor memverifikasi laporan mingguan di website Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pengisian oleh peserta paling lambat dilakukan pada tanggal 27 tiap bulannya. Lalu pada tanggal 28 dilakukan pengumpulan laporan mingguan peserta setelah diverifikasi. Selanjutnya pada tanggal 3 Kemendikbud mengajukan pencairan dana ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Setelah itu LPDP mulai mencairkan dana kepada peserta pada tanggal 15. "Kira-kira seperti itu siklus setiap bulannya."

Selain terkendala uang saku, Marsella juga berhadapan dengan masalah data akademik kampus yang tidak sinkron dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Ia menyebutkan bahwa proses persiapan administrasi baru rampung pada H-1 sebelum pendaftaran MSIB ditutup. "Tapi syukurnya ada perpanjangan waktu pendaftaran, jadi masih bisa daftar ke berbagai mitra industri," ucapnya.

Adapun Marsella turut menyayangkan minimnya mitra industri di Kalimantan Timur yang berpartisipasi dalam program MSIB. Mitra industri yang menjadi partner dalam program tersebut kebanyakan berasal dari luar pulau Kalimantan. Menurutnya, jika perusahaan-perusahaan di Kalimantan Timur banyak yang terlibat dan banyak mahasiswa yang berpartisipasi, maka hal tersebut dapat sekaligus memberdayakan sumber daya manusia (SDM) masyarakat lokal dan putra-putri daerah.

Bernasib sama dengan Marsella, Jauhari Fadli Jaunum mahasiswa FT 2019, yang mengikuti program magang di PT Impactbyte Teknologi Edukasi turut menyampaikan keluh kesahnya. Ia mengaku bahwa uang saku MSIB untuk saat ini baru cair 1 bulan. Apabila tidak terjadi penundaan, seharusnya uang saku sudah tiga kali cair termasuk pada bulan ini.

"Sebenarnya dari awal sudah lambat. Yang pertama lambat sampai satu bulanan. Terus tuh karena lambat itu ceritanya mau dikeluarkan langsung dua bulan, dan ternyata, hanya satu bulan yang dikeluarkan," ungkapnya kepada Sketsa saat dihubungi melalui WhatsApp pada Rabu (10/11) lalu.

Ketika dimintai tanggapan terkait petisi yang dibuat oleh peserta MSIB, menurut Fadli hal tersebut memang penting mengingat ada banyak mahasiswa yang magang di luar kota sehingga membutuhkan biaya untuk transportasi dan sebagainya. 

"Jadi menurut saya hal tersebut memang seharusnya dilakukan sebagai pengingat untuk Kemendikbud. Mengingat uang saku ini merupakan hal yang sangat digembar-gemborkan juga pada saat penerimaan mahasiswa magang," ucapnya.

Adapun petisi tersebut hingga saat ini telah ditandatangani sebanyak 9.301 kali dengan tuntutan sebagai berikut:

Pertama, segera merealisasikan pencairan uang saku MSIB bulan pertama kepada beberapa mahasiswa yang masih belum mendapatkan hak uang sakunya.

Kedua, Segera merealisasikan pencairan uang saku MSIB bulan kedua kepada seluruh mahasiswa peserta MSIB.

Ketiga, Segera merealisasikan pencairan uang saku MSIB bulan ketiga kepada seluruh mahasiswa peserta MSIB.

Keempat, segera merealisasikan penggantian biaya reimburse mobilisasi bagi peserta yang melaksanakan magang Work From Office (WFO) di luar kota.

Kelima, harapannya di kemudian hari Kemendikbud RI serta lembaga-lembaga berwenang lainnya akan bekerja dengan lebih profesional lagi dan mencairkan uang saku secara tepat waktu sesuai janji yang telah ditetapkan sebelumnya tanpa terlambat begitu lama seperti saat ini. 

Hingga berita ini diterbitkan, peserta MSIB yang telah rampung urusan administrasi nya baru mendapatkan satu kali pencairan uang saku dari lama program yang telah memasuki tiga bulan periode. (rst/nkh/ems/khn)



Kolom Komentar

Share this article