Berita Kampus

Savrinadeya Support Group Minta Satgas PPKS Unmul Fokus Pada Penanganan Kasus AP

Satgas PPKS Unmul diminta fokus saja pada kasus yang melibatkan AP

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Instagram @savrinadeya_supportgroup

SKETSA  -  Pada Rabu (28/2) lalu, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unmul menyelenggarakan konferensi pers merespons tuntutan dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual. Dalam konferensi tersebut, Satgas PPKS Unmul memaparkan isi rilis pers yang telah dibuat. Di dalamnya berisi tanggapan terhadap tuntutan yang dibuat oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, yang juga sempat melaksanakan jumpa pers pada 24 Februari lalu.

(Baca: Tanggapi Desakan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unmul Tuntut Permintaan Maaf)

Komunitas Savrinadeya Support Group, adalah salah satu dari koalisi tersebut yang juga turut andil dalam pendampingan korban, yang melibatkan AP sebagai terlapor. Nelly Agustina, koordinator dari komunitas tersebut kemudian menanggapi konferensi pers yang telah dilakukan oleh Satgas PPKS Unmul beberapa waktu lalu tersebut.

Nelly mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap pernyataan Satgas PPKS Unmul yang sudah menanggapi tuntutan dari pihak koalisi, pada saat konferensi pers yang diadakan Sabtu (24/2) lalu. 

Hanya saja dirinya merasa urgensi yang seharusnya lebih diperhatikan oleh Satgas PPKS Unmul adalah kasus kekerasan seksual itu sendiri. 

“Jadi pertama, langkah kami untuk melaporkan kasus (kekerasan seksual) itu ke Satgas PPKS Unmul itu sebenarnya karena kami percaya sama Satgas PPKS Unmul untuk bisa selesaikan masalah tersebut, gitu,” ucap Nelly. 

Adapun perihal pihaknya yang sempat mendatangi rumah terlapor, AP, Nelly menyebutkan hal tersebut dilakukan sebab korban sendiri yang menghubungi pihaknya. Di mana kondisi korban saat itu yang dianggap dalam bahaya serta berada di bawah ancaman. 

Sehingga menurut Nelly, tindakan yang diambil oleh pihaknya waktu itu dikarenakan pelaku yang masih bebas berkeliaran sesuka hati. Hal ini bisa saja menjadi kesempatan bagi pelaku untuk memanipulasi korban-korbannya yang sebagian besar telah melaporkan kekerasan seksual yang dialaminya.

"Apalagi pelaku tau siapa yang melaporkan pelaku (kekerasan seksual) ini, tau identitas yang melaporkan ke Satgas. Sehingga saat itu adalah kesempatan melakukan pengancaman," tegas Nelly ketika diwawancarai Sketsa melalui telepon Whatsapp pada Jumat (1/3) lalu.

Nelly berharap agar Satgas PPKS Unmul lebih menerima kritikan atas fungsinya sebagai lembaga pendamping dan penanganan di kampus. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada korban.

Nelly juga mengatakan pihaknya akan fokus dalam pengumpulan serta penanganan para korban. Terlebih ia menyebutkan bahwa baru-baru ini pihaknya telah menerima banyak laporan baru.

"Aku rasa yang kami kritik itu jelas, kami kan berharap penanganan kasus ini dengan baik gitu, dengan tepat, yang tidak menyudutkan korban," pungkas Nelly. (sya/nav/mlt/myy/ali)



Kolom Komentar

Share this article