Persiapan Pemira BEM KM dalam Situasi Pandemi

Persiapan Pemira BEM KM dalam Situasi Pandemi

Sumber Gambar: Istimewa

SKETSA – Tak terasa saat ini kita telah menuju penghujung tahun, di mana pada situasi pandemi sebagian besar aktivitas dilakukan secara daring. Seperti berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di Unmul yang harus memutar otak agar program-program yang dirancang dapat terlaksana dalam keadaan daring.

Termasuk Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul yang sedang mempersiapkan Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (Pemira BEM KM) 2020. Melalui laman Instagram DPM KM Unmul pada Rabu (16/9), diadakan survei mengenai pelaksanaan Pemira mendatang.

Wakil Ketua Satu DPM KM Unmul Fajar Fathur Rahman menjelaskan bahwa setelah melakukan diskusi dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Syaifuddin dan memberikan beberapa opsi, disetujui bahwa pelaksanaan Pemira tahun ini dilakukan secara online dari kediaman mahasiswa masing-masing. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat dengan Rektorat dan pihak ICT Unmul mengenai persiapan sistem.

“Kelebihannya lebih efisien, baik secara waktu dan biaya. Kekurangannya dikhawatirkan adanya kecurangan saat hari pemilihan dengan penyalahgunaan hak pilih mahasiswa. Kami juga memiliki beberapa solusi yang saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan tim ICT Unmul,” jelas Fajar kepada Sketsa, Jumat (2/10)

Mengenai timeline Pemira sendiri, Fajar menyebut bahwa saat ini sedang dalam tahap penyusunan. Sementara itu, muncul tanggapan mahasiswa mengenai survei yang telah dilakukan oleh DPM KM.

Apriyadi, mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan angkatan 2018 mengatakan bahwa ia mengetahui survei ini meskipun tidak ikut berpartisipasi.

Ia berharap DPM KM memiliki berbagai cara agar pelaksanaan Pemira tetap berjalan secara offline dan tidak melanggar aturan protokol kesehatan.

Serupa dengan Apriyadi, Muhammad Shaifullah, mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Kedokteran ini menyampaikan bahwa pengadaan survei tersebut merupakan langkah yang baik dari pihak DPM KM. Ia beranggapan, bahwa melalui survei ini, dapat dilihat jika DPM KM memiliki keinginan untuk melaksanakan Pemira yang lebih baik.

Mengenai sistem online, Shaifullah mengatakan jika ini merupakan suatu hal yang baru dan tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi DPM KM, termasuk DPM yang ada di tingkat fakultas.

“Pertama dari sistem e-voting, bagaimana caranya supaya ini tidak bisa disusupi, jadi (perlu) pembuatan sistem dengan keamanan tinggi. Selanjutnya, kemungkinan besar dari segi meningkatkan partisipasi. Bagaimana cara agar setiap fakultas itu tingkat keikutsertaannya tinggi."

"Ditambah lagi kondisi online seperti ini. (Harapannya) informasi yang disebarkan DPM KM dapat tersebar masif sehingga euforia terpilihnya Pemimpin BEM Unmul dapat terasa oleh seluruh KM Unmul,” tutupnya. (nhh/wuu/bey/fty/len)