Kesempatan Kuliah Internasional Kala Pandemi

Kesempatan Kuliah Internasional Kala Pandemi

Sumber Gambar : Unmul.ac.id

SKETSA – Setelah melewati masa seleksi dan wawancara hingga pengumuman pada 25 Mei lalu, Program Transfer Kredit Internasional 2021 yang dilaksanakan oleh UPT. Layanan Internasional Unmul saat ini tengah memasuki masa registrasi di universitas mitra. Kemudian, peserta akan menjalani pembekalan dan mengikuti pelaksanaannya sesuai dengan kredit yang diambil. Program ini tentu dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19 masih melanda.

Dihubungi Sketsa pada Kamis (3/6) lalu, Sukemi selaku narahubung dari Program Transfer Kredit memaparkan beberapa hal mengenai kegiatan ini. Ia mengatakan, agenda tersebut bertujuan agar mahasiswa mendapatkan nilai tambah melalui peningkatan harmonisasi antara hard skill dan soft skill, memperluas dan memperkuat jejaring, kerja sama, pemahaman sosio-kultur, internasionalisasi sistem pendidikan tinggi Indonesia, serta pengembangan diri yang berkelanjutan (continous self-development).

Pada pelaksanaannya, mahasiswa yang dapat mengikuti program ini adalah mereka yang berada pada minimal semester 3 di semester berjalan.

"Sebagaimana termuat dalam panduan, artinya mahasiswa semester 2 saat ini boleh mendaftar. Karena program ini akan dilaksanakan pada semester depan atau semester ganjil tahun akademik 2021/2022," jelasnya.

Dengan keikutsertaan mahasiswa, maka mata kuliah atau kredit yang diambil pada universitas tujuan akan menjadi mata kuliah pengganti maupun mata kuliah pilihan/tambahan di universitas asal. Sehingga program studi (prodi) peserta terkait mewajibkan mengakui kredit yang telah ditempuh oleh mahasiswa.

Sukemi berharap, hal ini dapat meningkatkan persentase prodi dalam menjalankan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) khususnya yang bersifat internasional. Selain itu, dapat menaikkan minat mahasiswa dalam mengambil kesempatan semacam ini. Sehingga mereka dapat memiliki bekal dalam persaingan global.

Sketsa juga berkesempatan mewawancarai dua mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menjadi peserta dalam program ini. Mereka adalah Khusnul Yumni Bulan Sari asal Pendidikan Biologi 2019 dan Tias Bonita dari Pendidikan Biologi 2020.

Berbicara tentang kesiapan, Khusnul menyebut jika persiapan yang terpenting ialah berdoa agar diberi kelancaran sembari meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan mengikuti tes TOEFL.

Sependapat dengan Khusnul, Tias menuturkan bahwa meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris adalah hal yang utama. Karena bagaimana pun, akan sulit menerima pelajaran yang didapat apabila tidak mengerti bahasanya.

Mencari pengalaman baru sembari melatih kemampuan berbahasa Inggris menjadi tujuan mereka dalam mengikuti Program Transfer Kredit Internasional.

"Menurut saya, kalau keadaannya mewajibkan menggunakan bahasa Inggris setiap hari. Tentunya saya yang berbahasa Inggris kurang jadi sangat giat belajar bahasa tersebut dan mampu mengasah cara berbicara saya,” ucap Tias

Setali tiga uang, Khusnul pun berpendapat sama. Selain itu, ia ingin mendapatkan ilmu yang baru. "Ini tentunya adalah pengalaman baru. Terutama di bidang yang berkaitan dengan prodi saya, yaitu Pendidikan Biologi dan sekaligus melatih kemampuan Bahasa Inggris saya juga,” kata Khusnul.

Mereka berharap dapat memiliki pengetahuan dan teman baru, hingga mempelajari budaya dari luar negeri. Tidak lupa meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai modal di masa mendatang nantinya. (sar/ans/kus/len)