Kembali Melawan Pelemahan KPK Dalam Aksi Kaltim Selamatkan KPK Jilid II

Kembali Melawan Pelemahan KPK Dalam Aksi Kaltim Selamatkan KPK Jilid II

Sumber Gambar : khusairi

SKETSA – Upaya mahasiswa untuk menyuarakan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terstruktur dan sistematis masih belum selesai. Melanjutkan aksi sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Samarinda kembali menggelar “Kaltim Selamatkan KPK Jilid II” pada Kamis (10/6) kemarin. Berlangsung di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui Instagram @bemkmunmul.

Membawa tuntutan yang sama, aksi ini sejatinya dilakukan agar Kaltim dapat menyelamatkan lembaga KPK yang dibentuk untuk memberantas korupsi. Namun, tak ada respons dari wakil rakyat Kaltim terkait hal ini. Gubernur BEM Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul, Syamsia Satra menyebut, setelah banyaknya pemecatan yang dilakukan KPK terhadap beberapa pegawai dan penyidik KPK dengan dalih Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kini timbul kecurigaan yang besar terhadap cara kerja pemerintah yang sekarang sedang terjadi.

Massa aksi sempat mencoba mendobrak paksa pagar gedung DPRD Kaltim, namun kemudian mulai mencopoti baliho-baliho di sekitar gedung beserta seruan kecewa dan kemarahan mahasiswa. Tak luput menyanyikan lagu Darah Juang sambil membakar ban. Karena cuaca kurang mendukung, siaran langsung saat itu menjadi terganggu dan terhenti.

Ditemui Sketsa saat aksi (10/6), Andi Indra Kurniawan selaku koordinator lapangan (korlap) aksi mengatakan jika mereka menginginkan adanya sambutan yang baik dari anggota DPRD untuk isu yang mereka lantangkan. Meski telah menghubungi pihak DPRD dari jauh hari, Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK tak dapat menemui mahasiswa karena ada perjalanan dinas ke Bontang.

Ia memaparkan jika pihak massa aksi memberikan dua pilihan bagi DPRD dalam menyikapi aksi ini. “Pertama, seluruh massa aksi masuk dan menduduki tangga gedung DPRD untuk menyatakan sikap. Kedua adalah meminta perwakilan anggota DPRD agar keluar bersama mereka dan mengambil sikap terkait proses pelemahan KPK yang terjadi,” ucapnya.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul ini juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan mundur sebelum tuntutan tersebut direspons.

Setelah menunggu selama lebih dari 3 jam, aksi ini akhirnya membuahkan hasil. Terdapat perwakilan rakyat yang turun dan memberikan tanggapan terkait masalah ini. Hasilnya, DPRD Kaltim serta mahasiswa menolak keras setiap bentuk pelemahan terhadap KPK. Sebab lembaga ini merupakan anak kandung reformasi, juga lembaga independen yang memberantas korupsi. Mereka pun menyepakati keinginan mahasiswa untuk melakukan audiensi. Maka pada Senin (14/6) mendatang, 20 orang perwakilan Aliansi BEM Samarinda akan bersuara dalam audiensi bersama Makmur HAPK.

Hari ini (11/6) melalui Instagram @bemkmunmul, Kementerian Sosial Politik BEM KM Unmul mengumumkan aksi serentak secara daring untuk membuat tagar #BeraniJujurPecat dan #SaveKPK menjadi trending mulai pukul 19.00 WIB. (ahn/kus/len/fzn)