Tagih Janji Menteri, Calon Pendidik Beraksi

Tagih Janji Menteri, Calon Pendidik Beraksi

SKETSA – Sore tadi di Simpang 4 Mall Lembuswana, puluhan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) gelar aksi. Sebelumnya, aksi serupa yaitu Jihad Akbar Guru Honorer Kategori 2 (K2) berpusat di Istana Negara, Jakarta (10/2) kemarin. Awalnya titik aksi di DPRD Provinsi Kaltim, namun batal lantaran para anggotanya tak ada di tempat.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yuddi Chrisnandi, menjanjikan pengangkatan tenaga honorer se-Indonesia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, hal tersebut batal terlaksana lantaran belum terbitnya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, ditambah alokasi anggaran untuk mengangkat honorer ini tak sedikit. Hal itu yang memicu kemarahan para tenaga honorer pun mahasiswa keguruan tersebut.

“Ya di Jakarta aksi ini sudah berlangsung tiga hari berturut-turut sejak kemarin, kemarin guru honorer sudah demo di Balaikota Samarinda. Nanti bakal ada aksi gabungan, sekitar 7500 guru honorer bersama mahasiswa,” papar Fadly Idris, Presiden BEM FKIP Unmul.

Tuntutannya seperti yang diterangkan Fadly dalam aksi tersebut, guru honorer mendapat Upah Minimum Regional (UMR). “Sudah ada beberapa kabupaten yang menerapkan itu, bahkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sudah diterima guru honorer di beberapa kabupaten. Contohnya, di Mesuji, Lampung,” terangnya lagi.

Fadly berharap hal tersebut dapat diterapkan di daerah lain, khususnya di Samarinda. Sebagaimana yang diketahui bahwa guru honorer kategori 2 ini telah melakukan pengajaran di atas sepuluh tahun dan tentunya sudah diseleksi.

Terakhir, aksi serupa akan berlanjut Senin (15/2) nanti, kemudian disusul dilakukannya mediasi kepada pihak DPRD Provinsi Kaltim. (jdj/e3)